Bus Arema FC jadi korban serangan oknum tak bertanggung jawab. (IDN Times/Istimewa)
Dengan adanya kejadian ini, Suwondo menekankan, Polda DIY bakal mengevaluasi sistem pengamanan, termasuk rute pengamanan untuk giat serupa.
"Tetap kita lakukan pengamanan ini yang kita evaluasi selalu sistem pengamanan karena kita lihat kemarin sistem keamanannya kita sudah pakai rute yang menurut analisa intelegen kita, data kita aman," kata Suwondo.
"Terus kita lihat pengawalan depan belakang, termasuk lalu lintas itu kita los supaya tidak sempat bus itu mengalami berhenti atau apa kita sudah los semuanya, pengamanan forider kita juga pakai pengamanan di luar lalu lintas, karena tetap ada yang terjadi ya tetap kita evaluasi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, bus Arema FC mengalami kerusakan usai diduga diserang dengan lemparan benda keras. Peristiwa ini terjadi selepas skuad Singo Edan melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kamis (26/1/2023).
Akibat insiden ini, asisten pelatih Arema FC, Kuncoro mengalami luka serius di bagian lutut dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Dua pemain Singo Edan, yaitu Adilson Maringa dan Achmad Figo juga mengalami luka pada bagian di tangan.