Produsen Otomotif asal Jepang, PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI). (IDN TImes/Tunggul Damarjati)
Program pelatihan dari HMSI tak hanya untuk siswa, namun juga mencakup para pengajar atau guru di SMKN 2 Pengasih.
Kepala SMKN 2 Pengasih, Sumarno mengatakan, program pelatihan ini ditujukan untuk mendekatkan para siswa ke dunia industri lewat para pengajar yang mengantongi sertifikat kompetensi dari HMSI.
"Dengan guru-guru yang hebat bisa menghasilkan siswa yang hebat juga. Maka program magang ini jadi program kita ke depan. Sehingga apa yang diberikan ke siswa itu juga akan sesuai yang di industri, jika gurunya kompeten juga," tutur Sumarno.
Dalam program ini, SMK yang bekerja sama turut memberikan pembelajaran sesuai kurikulum mengenai pengetahuan dan perawatan mesin kendaraan niaga diesel baik itu truk maupun bus Hino.
Sebagai fasilitas belajar dan pelatihan otomotif untuk guru dan siswa, akan diberikan media praktikum berupa truk Hino dan engine cutting model untuk praktik belajar dan sinkronisasi dengan kurikulum.
HMSI telah menjalin kerja sama dengan enam SMK di beberapa daerah. Sebelumnya, 2 unit kendaraan Hino Dutro sudah diberikan kepada SMKN 2 Wonosari dan SMKN 2 Yogyakarta.
Lewat program CSR telah dihibahkan 1 unit truk Hino Dutro 125 ST kepada SMKN 1 Singosari Malang serta komponen transmisi, cylinder head, cylinder block, camshaft, connecting rod, crankshaft (5C) kepada SMK Muhamadiyah 3 Yogyakarta.