Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Yogyakarta Buka Peluang Kerja Sama Pengelolaan Sampah
Tumpukan sampah di Tegal Panggung, Danurejan, Rabu (2/8/2023). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta membuka peluang kerja sama dengan daerah lain untuk menangani masalah sampah. Peluang ini untuk mengatasi minimnya lahan di Kota Yogyakarta.

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo menyebut Pemkot Yogyakarta berupaya menjajaki kerja sama sejak dua tahun lalu. Namun hingga saat ini belum ada titik terang.

1. Peluang kerja sama dengan daerah lain

Tumpukan sampah di dekat Pasar Lempuyangan, Rabu (2/8/2023). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Singgih menjelaskan wujud kerja sama tersebut adalah suatu daerah bisa menyediakan lahan, nantinya Pemkot Yogyakarta menyewa atau membeli lokasi tersebut. Lokasi tersebut selanjutnya bisa digunakan untuk pengelolaan sampah.

"Sampai saat ini belum menemukan partner yang cocok, yang sama-sama punya komitmen untuk pengolahan sampah secara baik. Nampaknya belum ada kecocokan, sudah menjajaki dua tahun lalu," ujar Singgih, di Balai Kota Yogyakarta, Senin (28/8/2023).

2. Buka peluang investasi dengan pihak swasta

Gerakan pengelolaan sampah organik 'Mbah Dirjo'. (Dok. Istimewa)

Tidak hanya menjajaki pemerintah di daerah lain, Pemkot Yogyakarta juga membuka peluang swasta untuk kerja sama. Dibuka peluang untuk investor menyediakan lahan dan peralatan.

"Investasi mereka, kemudian kami tinggal kirim sampah dengan membayar tonase tertentu. Misal 1 ton dengan nilai berapa. Itu sangat memungkinkan," ujar Singgih.

3. Revitalisasi TPS yang ada di Kota Yogyakarta

Penjabat Wali Kota Yogyakarta, Singgih Raharjo. (IDN Times/Herlambang Jati Kusmo)

Selain membuka peluang kerja sama dengan daerah lain dan sektor swasta, Pemkot Yogyakarta berencana melakukan revitalisasi TPS3R Nitikan. "Kami juga akan melengkapi dengan incinerator, nanti untuk bisa memusnahkan residu yang sama sekali tidak bisa diurai. Nanti akhir tahun semoga ada," ungkap Singgih.

Kemudian TPS di Karangmiri, Umbulharjo juga direncanakan bakal direvitalisasi. Diharapkan bisa menyelesaikan sampah yang ada di Kalurahan Giwangan. 

"Sudah ada embrionya di sana untuk 2 RW. Luas lahan masih cukup untuk kemudian direvitalisasi, mungkin bisa sekitar 10 - 20 ton nanti. Nanti bisa diolah di sana. Sekarang dalam proses perencanaan yang matang baik dari sisi lokasi atau peralatan yang akan digunakan di sana," ujar Singgih.

Editorial Team

Related Article