Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar siraman pusaka Kiai Agnya Murni yang digelar saat bulan Suro. Acara jamasan ini menjadi tradisi tahunan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kabupaten Bantul, Eko Nugroho Setyono mengatakan siraman pusaka meliputi pusaka Kiai Agnya Murni bersama tombak pengamping sebanyak lima tombak, ditambah 17 pusaka dari 17 kapanewon.
"Selain itu ada beberapa titipan keris dari sejumlah pejabat Pemkab Bantul dan milik warga yang ikut dalam siraman pusaka Pemkab Bantul ini," katanya, Sabtu (12/8/2023).
"Ini kan kesempatan langka, hanya setahun sekali.Kalau ada warga yang mau nitip untuk siraman pusaka dipersilahkan," tambahnya lagi.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan setiap bulan Suro, Pemkab Bantul menggelar siraman pusaka Kiai Agnya Murni yang merupakan pemberian Sri Sultan HB X, pada tanggal 20 Juli 2000, saat Bantul ulang tahun ke-168.
"Pusaka Kiai Agnya Murni itu merupakan pusaka milik Pemkab Bantul, jadi merupakan pusaka kolektif bukan pusakanya bupati," ujarnya.
Arti nama Agnya Murni, yakni Agnya berarti pemerintah, dan murni adalah suci, diharapkan pemerintahan yang berintegritas yang mengutamakan masyarakat dan bebas dari kepentingan pribadi, atau kelompok.
"Mengapa setiap tahun kita lakukan penyiraman? Pusaka itu seperti orang yang bisa kena kotoran maka setiap setiap Suro kita lakukan penyucian. Ini perlambang setiap tahun kita harus kembali sebagai pemerintah yang utamakan kepentingan masyarakat," ujarnya.