Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkab Bantul Gelar Jamasan, Siraman Pusaka Kiai Agnya Murni

Pemkab Bantul Gelar Jamasan, Siraman Pusaka Kiai Agnya Murni
Tradisi siraman pusaka Pemkab Bantul setiap bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)
Share Article

Bantul, IDN Times - Pemerintah Kabupaten Bantul menggelar siraman pusaka Kiai Agnya Murni yang digelar saat bulan Suro. Acara jamasan ini menjadi tradisi tahunan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Bantul. 

 

1. Siraman juga dilakukan ke pusaka miliki warga

Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)
Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)

Kepala Dinas Kebudayaan, Kabupaten Bantul, Eko Nugroho Setyono mengatakan siraman pusaka meliputi pusaka Kiai Agnya Murni bersama tombak pengamping sebanyak lima tombak, ditambah 17 pusaka dari 17 kapanewon.

"Selain itu ada beberapa titipan keris dari sejumlah pejabat Pemkab Bantul dan milik warga yang ikut dalam siraman pusaka Pemkab Bantul ini," katanya, Sabtu (12/8/2023).

"Ini kan kesempatan langka, hanya setahun sekali.Kalau ada warga yang mau nitip untuk siraman pusaka dipersilahkan," tambahnya lagi.

2. Pusaka Agnya Murni pemberian Sri Sultan HB X

Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)
Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan setiap bulan Suro, Pemkab Bantul menggelar siraman pusaka Kiai Agnya Murni yang merupakan pemberian Sri Sultan HB X, pada tanggal 20 Juli 2000, saat Bantul ulang tahun ke-168.

"Pusaka Kiai Agnya Murni itu merupakan pusaka milik Pemkab Bantul, jadi merupakan pusaka kolektif bukan pusakanya bupati," ujarnya.

3. Makna dari pusaka Kiai Agnya Murni

Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)
Siraman pusaka milik Pemkab Bantul saat bulan Suro.(IDN Times/Daruwaskita)

Arti nama Agnya Murni, yakni Agnya berarti pemerintah, dan murni adalah suci, diharapkan pemerintahan yang berintegritas yang mengutamakan masyarakat dan bebas dari kepentingan pribadi, atau kelompok.

"Mengapa setiap tahun kita lakukan penyiraman? Pusaka itu seperti orang yang bisa kena kotoran maka setiap setiap Suro kita lakukan penyucian. Ini perlambang setiap tahun kita harus kembali sebagai pemerintah yang utamakan kepentingan masyarakat," ujarnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Kepala BKKBN Sebut Yogyakarta Daerah Tingkat Gangguan Mental Tertinggi

26 Jun 2026, 23:49 WIBNews