Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pemkab Bantul Anggarkan Rp104 Miliar untuk Entaskan Kemiskinan

Pemkab Bantul Anggarkan Rp104 Miliar untuk Entaskan Kemiskinan
Ilustrasi kemiskinan. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman
Share Article

Bantul, IDN Times - ‎Sebanyak Rp104 miliar digelontorkan oleh Pemkab Bantul untuk mengatasi kemiskinan yang saat ini angkanya mencapai 130 ribu jiwa. Anggaran dari APBD 2023 tersebut tersebar di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

1. Angka kemiskinan di Bantul saat ini mencapai 130.130 jiwa‎

Ilustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi Kemiskinan (IDN Times/Arief Rahmat)

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, menjelaskan pemerintah selalu memperbaharui data kemiskinan. Saat ini, tercatat ada 130.130 jiwa yang termasuk miskin. 

"Dari jumlah tersebut, 24.494 atau 2,5 persennya masuk kategori miskin ekstrem," katanya, Rabu (1/2/2023).

2. Siapkan 25 program untuk pengentasan kemiskinan‎

Ilustrasi pekerja sedang memecah batu untuk pembangunan talut. IDN Times/Daruwaskita
Ilustrasi pekerja sedang memecah batu untuk pembangunan talut. IDN Times/Daruwaskita

Pihaknya sudah menyiapkan 25 program untuk mengatasi kemiskinan di sejumlah OPD.  Di antaranya padat karya, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pelayanan kesehatan gratis, pemberian boga dan makanan gratis sehari dua kali, dan pelatihan kewirausahaan bagi warga miskin.

"Angka kemiskinan di Bantul sebenarnya mengalami penurunan dari 14,04 persen di tahun 2021 menjadi 12,27 persen di tahun 2022 lalu," ujarnya.

3. Targetkan kemiskinan ektrem menjadi nol persen‎ pada 2024

Ilustrasi tunawisma (IDN Times/Besse Fadhilah)
Ilustrasi tunawisma (IDN Times/Besse Fadhilah)

Penurunan angka kemiskinan sudah melebihi target dalam Rencana Pemangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di mana tahun 2022 angka kemiskinan turun menjadi 13,37 persen.

"Tapi realisasi penurunan angka kemiskinan ternyata jauh melampaui yakni 12,27 persen atau turun 1,77 persen. Bukan hal yang mudah menurunkan angka kemiskinan dalam satu tahun di atas satu persen," katanya.

"Kita masih punya pekerjaan berat untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di 2024 menjadi nol persen," tambahnya lagi.‎

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hironymus Daruwaskita
EditorHironymus Daruwaskita

Latest News Jogja

See More

UGM Trail Run 2026 Run Edu Care, Ajak Pelari Susuri Lereng Merapi

06 Jun 2026, 16:36 WIBNews