Pemkab Bantul Anggarkan Rp104 Miliar untuk Entaskan Kemiskinan

1. Angka kemiskinan di Bantul saat ini mencapai 130.130 jiwa

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bantul, Fenty Yusdayati, menjelaskan pemerintah selalu memperbaharui data kemiskinan. Saat ini, tercatat ada 130.130 jiwa yang termasuk miskin.
"Dari jumlah tersebut, 24.494 atau 2,5 persennya masuk kategori miskin ekstrem," katanya, Rabu (1/2/2023).
2. Siapkan 25 program untuk pengentasan kemiskinan

Pihaknya sudah menyiapkan 25 program untuk mengatasi kemiskinan di sejumlah OPD. Di antaranya padat karya, pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pelayanan kesehatan gratis, pemberian boga dan makanan gratis sehari dua kali, dan pelatihan kewirausahaan bagi warga miskin.
"Angka kemiskinan di Bantul sebenarnya mengalami penurunan dari 14,04 persen di tahun 2021 menjadi 12,27 persen di tahun 2022 lalu," ujarnya.
3. Targetkan kemiskinan ektrem menjadi nol persen pada 2024

Penurunan angka kemiskinan sudah melebihi target dalam Rencana Pemangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) di mana tahun 2022 angka kemiskinan turun menjadi 13,37 persen.
"Tapi realisasi penurunan angka kemiskinan ternyata jauh melampaui yakni 12,27 persen atau turun 1,77 persen. Bukan hal yang mudah menurunkan angka kemiskinan dalam satu tahun di atas satu persen," katanya.
"Kita masih punya pekerjaan berat untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di 2024 menjadi nol persen," tambahnya lagi.













