Perahu nelayan mendarat di Pantai Depok Bantul usai menjaring ikan di laut. (IDN Times/Daruwaskita)
Mistok menjelaskan bahwa untuk sekali melaut, dirinya membutuhkan biaya operasional minimal Rp200 ribu, sebagian besar untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite yang bisa menghabiskan 10-15 liter, ditambah biaya operasional lainnya.
"Minimal kalau sekali turun melaut harus dapat uang Rp200 ribu agar bisa turun melaut hari selanjutnya. Untuk makan kita utang, ndak dapat duit dari jualan ikan," ujarnya.
Ketidakpastian hasil tangkapan dan harga murah di tempat pelelangan ikan (TPI) membuat wisatawan yang datang ke Pantai Parangtritis menjadi penyelamat para nelayan. "Kita bisa menjual harga ikan dengan harga dua kali lipat dengan harga yang ada di TPI. Tapi sayangnya wisatawan ramai saat hari Sabtu dan Minggu," ujarnya.
Pada Minggu (10/10/2024) lalu, misalnya, Mistok mendapatkan tangkapan ikan yang minim. Jika dijual ke TPI, hasilnya hanya sekitar Rp200 ribu. Namun, dengan menjual langsung ke wisatawan, dia bisa mendapatkan hingga Rp500 ribu.
"Wisatawan ingin ikan yang segar dan langsung di dapat oleh nelayan dari laut. Rasanya ikan ketika diolah juga jauh lebih enak dari pada ikan yang dijual di Pasar Ikan Depok," tambahnya lagi.