Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ombak Pantai Selatan Diperkirakan 5 Meter, Tim SAR Ingatkan Wisatawan

Ombak Pantai Selatan Diperkirakan 5 Meter, Tim SAR Ingatkan Wisatawan
Ilustrasi (IDN Times/Ayu Afria Ulita)
Share Article

IDN Times, Gunungkidul - Tim SAR Kabupaten Gunung Kidul mengingatkan wisatawan dan untuk mewaspadai gelombang tinggi yang menerjang kawasan pantai selatan pada akhir minggu ini. 

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunung Kidul Marjono mengatakan pihaknya sudah mendapatkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terkaita ancaman gelombang tinggi yang menerjang di kawasan pantai selatan hingga hari ini Sabtu (17/7) dengan ketinggian sekitar lima meter.

"Berdasarkan perkiraan BMKG, puncak gelombang tinggi terjadi pada Sabtu (17/7) dengan ketinggian mencapai enam meter 22 feet, tapi saat menepi arusnya bisa berkurang dan lebih rendah. Adapun ketinggiannya hanya sekitar 5,5 meter,” kata Marjono dikutip dari Antara, Sabtu (18/7/2020).

 

1. Tim SAR infromasikan melalui media sosial

Ilustrasi wisatawan yang berkunjung di salah satu pantai di Gunungkidul. (IDN Times/Paulus Risang)
Ilustrasi wisatawan yang berkunjung di salah satu pantai di Gunungkidul. (IDN Times/Paulus Risang)

Marjono menyatakan pihaknya sudah menyampaikan informasi tersebut melalui media sosial agar wisatawan lebih berhati-hati saat bermain di kawasan pantai.

“Kebetulan puncaknya pada libur akhir pekan. Jadi, sejak Kamis lalu sudah disosialisasikan,” katanya.

2. Berharap tidak sebabkan kerusakan

IDN Times/Sukma Sakti
IDN Times/Sukma Sakti

Tim SAR berharap puncak gelombang tinggi tidak bersamaan dengan terjadinya air pasang, karena dampak kerusakan bisa dikurangi. 

“Beda kalau pas bersamaan dengan air pasang, maka gelombang akan lebih besar sehingga potensi kerusakan lebih banyak," katanya.

3. Nelayan pindahkan kapal ke tempat aman

Ilustrasi kapal-kapal nelayan. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)
Ilustrasi kapal-kapal nelayan. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Sementara itu, Ketua Kelompok Nelayan di Pantai Baron Sumardi mengatakan para nelayan tetap melakukan antisipasi. Salah satunya dengan menaikkan kapal-kapal ke tempat lebih aman. Selain itu, setiap nelayan juga terus melihat perkembangan cuaca melalui gawai yang dimiliki.

"Kami terus memantau informasi pembaharuan data dari BMKG setiap tiga jam sekali. Pembaharuan data itu kami jadikan acuan untuk melaut,” katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

KADIN Sleman Dukung Rencana Reaktivasi Bandara Adisutjipto

03 Jun 2026, 20:01 WIBNews