Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Gunadi menjelaskan, hingga 31 Agustus 2020, sudah ada 25.590.934 orang di dunia yang terinfeksi COVID-19. 853.415 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan, di Indonesia sendiri, jumlah kasus per tanggal yang sama, ada di angka 174.796 dengan jumlah kematian sebanyak 7.417. Jumlah tersebut pulalah yang menempatkan Indonesia di urutan 23 jumlah kasus COVID-19 terbanyak di dunia.
Gunadi menyayangkan, data WGS SARS-CoV-2 dari Indonesia yang dipublikasi di GISAID sangat minimal yaitu 24 full-genomes dibandingkan 92.090 full-genomes dari seluruh dunia (1 September 2020). Padahal, data WGS sangat penting untuk mengetahui epidemiologi (persebaran) virus termasuk jenis mutasinya (clade) di masyarakat, hubungannya dengan derajat keparahan pasien COVID-19, pengembangan vaksin dan/atau terapi COVID-19 di masa yang akan datang, khususnya di Indonesia.
"Sehingga, data WGS dari isolat Indonesia merupakan suatu keharusan dan bentuk kemandirian jati diri bangsa Indonesia," paparnya.