Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Minggu 11 April, Merapi Keluarkan Guguran Lava hingga 26 Kali
Default Image IDN

Sleman, IDN Times - Gunung Merapi terpantau kembali mengeluarkan guguran lava pada Minggu (11/4/2021). Kepala Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida menyampaikan, dari pengamatan yang dilakukan pada pukul 00.00 hingga 24.00 WIB, ada sebanyak 26 kali guguran lava.

1. Jarak maksimum sejauh 900 meter

Default Image IDN

Hanik menyampaikan, dari puluhan guguran lava yang terjadi, jarak luncur maksimum mencapai 900 meter. Sedangkan untuk arah guguran, masih ke Barat Daya.

"Teramati 26 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimum 900 m ke arah Barat Daya," ungkapnya pada Senin (12/4/2021).

2. Asap putih intensitas sedang hingga tebal juga teramati

Ilustrasi Merapi. IDN Times/Arief Rahmat

Menurut Hanik, pada periode yang sama, juga terpantau adanya asap warna putih, intensitas sedang hingga tebal dengan ketinggian 200 m di atas puncak. Selain itu, juga ada terpantau adanya 196 kali gempa guguran, 1 kali gempa fase banyak, 1 kali gempa tektonik, serta 2 kali gempa hembusan.

"Laju rata-rata pemendekan EDM Babadan sebesar 0,1 cm/hari (dalam tiga hari)," terangnya.

3. Status Merapi masih Siaga

(ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho)

Menurut Hanik, hingga saat ini status Gunung Merapi masih berada di tingkat Siaga. Untuk potensi bahaya erupsi Gunung Merapi, berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor Selatan-Barat Daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km. Sedangkan pada sektor Tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km potensi bahaya serupa juga perlu diwaspadai.

"Erupsi eksplosif juga masih berpeluang terjadi dengan potensi bahaya berupa lontaran material vulkanik dalam radius 3 km dari puncak," paparnya.

Editorial Team

Related Article