Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Miliki 2 Alat Baru PCR, Swab Massal di Sleman Segera Dilanjutkan
Ilustrasi Tes Usap/PCR Test (IDN Times/Hana Adi Perdana)

Sleman, IDN Times - Dua alat Polymerase Chain Reaction (PCR) yang dipesan secara mandiri oleh Pemkab Sleman sudah datang pada Jumat (28/8/2020) lalu. Kedua alat yang produksi oleh negara Amerika Serikat tersebut untuk sementara ditempatkan di RSUD Sleman.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo menjelaskan saat ini kedua alat belum bisa digunakan lantaran reagen yang dipesan belum datang.

"Sebetulnya alat sudah ada tapi reagennya yang belum datang," ungkapnya pada Kamis (3/8/2020).

1. Sehari bisa periksa 120 sampel spesimen

Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo. (IDN Times/Siti Umaiyah)

Selain belum ada reagen, pengoperasian alat ini masih menunggu izin dari Kemenkes. Jika sudah beroperasi dalam satu hari dapat digunakan untuk memeriksa 120 sampel spesimen.

"Sehari bisa menerima 120 sampel kalau reagen minggu ini sudah datang. Tapi izin dari Kemenkes ini masih menunggu visitasi dari Dinas Kesehatan DIY. Jadi masih berproses," terangnya.

2. Keluarkan dana Rp2,8 miliar

Pixabay

Untuk pengadaan alat dan reagen, Pemkab Sleman telah mengeluarkan dana dari anggaran tidak terduga APBD Sleman sebanyak Rp2.8 miliar. 

"Pelbelian dua alat itu Rp1,1 miliar, satu alat kan harganya Rp575 juta. Reagennya itu saya kurang ingat harganya, tapi total kurang lebih Rp2,8 miliar sampai akhir bulan Desember," terang Joko. 

Alasan penempatan sementara alat PCR di RSUD Sleman, lantaran diperlukan supervisi ahli patologi klinik.

"Saat ini RSUP Sleman sendiri memiliki sudah mempunyai dua ahli patologi klinik."

3. Digunakan untuk melanjutkan program swab massal

Ilustrasi Tes Usap/PCR Test. IDN Times/Hana Adi Perdana

Rencananya alat baru ini akan digunakan untuk memeriksa kondisi tenaga medis. Setelah itu melanjutkan program swab massal yang sempat tertunda.

"(Sasaran pertama) rencananya untuk skrining nakes RSUD Sleman dulu. Setelahnya meneruskan skrining ponpes yang tertunda," paparnya. 

Editorial Team

Related Article