Komisioner terpilih Komnas Perempuan 2020-2024, Alimatul Qibtiyah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. IDN Times/Pito Agustin Rudiana
Selain di kampus, Alim juga aktif di organisasi Muhammadiyah dengan menjabat sejumlah posisi penting di sana. Sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengembangan Pimpinan Pusat Aisyiyah Periode 2015-2020. Di sana, ia aktif merumuskan gerakan perempuan damai dan gerakan menolak ekstremisme.
Kemudian anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Salah satu perannya dalam majelis tersebut adalah turut serta menelurkan keputusan Muhammadiyah yang tercantum dalam buku Menuju Keluarga Sakinah.
“Di dalamnya ada monogami yang menjadi prinsip pernikahan dalam Muhammadiyah,” kata Alim.
Saat ini, ia juga bergabung dalam proses tanfiz atau menyatakan berlaku tentang fikih perlindungan anak. Di mana Muhammadiyah mengusulkan usia calon mempelai laki-laki dan perempuan yang ideal untuk menikah adalah 21 tahun. Bukan 18 tahun ke bawah.
“Sempat ramai di DPR. Alhamdulillah, terus diputuskan 19 tahun,” kata Alim yang saat ini menjadi Ketua Fikih Difabel untuk memberikan perlindungan hak-hak difabel untuk dapat menjalankan ibadahnya.