Ilustrasi kawasan Malioboro. IDN Times/Paulus Risang
Di saat bersamaan, Heroe turut melaporkan adanya tambahan 6 kasus terkait PKL Malioboro.
"Untuk kasus Malioboro, ada penambahan 6 (kasus) dari hasil kontak erat dengan pedagang tas dan dompet di awal kasus," ujar Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta tersebut.
Enam pasien baru merupakan pedagang yang berjualan berdekatan dengan PKL pertama terkonfirmasi COVID-19. Serta beberapa anggota keluarga mereka.
"Ada yang satu keluarga kena, karena kebetulan bergantian berdagangnya. Ada yang ikut shalat jemaah berbarengan juga," terang Heroe.
Oleh karena itu pula, Heroe menyebut rentetan kasus ini belum menjadi klaster. Lantaran, status mereka selaku pemilik riwayat kontak erat dengan pasien pertama, sehingga masih dikategorikan penularan generasi pertama.
Namun, tambahan kasus baru ini memaksa Pemkot Yogyakarta memperluas cakupan penelusuran kontak. Disertai pengambilan sampel melalui uji swab secara acak terhadap para PKL guna memastikan status Malioboro.
"Perluasan tracing yang dilakukan adalah swab dilakukan di samping dengan kontak erat kasus positif juga beberapa pedagang yang tidak kontak erat sebagai sampel dari utara sampai selatan (Malioboro). Teknisnya berapa, Dinkes yang menghitung. Tapi di Malioboro akan banyak dilakukan sampel swab," paparnya panjang.
Disinggung kemungkinan skenario terburuk kebijakan yang akan diambil buat Malioboro, Heroe enggan berkomentar.
"Jangan bicara skenario terburuk. Kalo kita ambil keputusan karena ada data yang mendukung dan ada pendapat ahli yang bisa menjelaskan, baru kita ambil keputusan," ujarnya.
Heroe pun menyebut para pedagang di Malioboro masih diperbolehkan berjualan. Kecuali yang sempat berdekatan dengan PKL kasus awal, apalagi mereka yang kini sudah dinyatakan positif corona.
Para wisatawan juga masih boleh berkunjung ke Malioboro meski dibatasi kuotanya.
"Hanya ruas-ruas yang ada PKL positif diliburkan untuk keperluan tracing dan swab," pungkasnya.
Sejauh ini sudah ada total 9 pemilik riwayat kontak erat dengan pasien pertama yang dinyatakan positif. Sebagian merupakan anggota keluarga PKL pertama terkonfirmasi COVID-19 dan sisanya rekan sesama pedagang.