Mahasiswa UNY saat membuat salep dari bahan daun waru. Dok: Humas UNY
Menurut Dwi, untuk membuat salep dari daun waru, dirinya bersama tim melakukan penelitian di Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Organik dan Laboratorium Analitik FMIPA UNY. Bahan-bahan yang dibutuhkan antara lain daun Waru (Hibiscus tiliaceus), bakteri uji Staphylococcus aureus, akuades steril, etanol 96 persen, tablet Ciprofloxacin 500 mg, Nutrient Agar (Oxoid), H2SO4 0,36N, BaCl2. 2H2O 1,175 persen, NaCl 0,9 persen, adeps lanae, vaselin album dan trietanolamine (TEA).
"Untuk alat yang digunakan adalah tabung Erlenmeyer, gelas ukur, gelas kimia, tabung reaksi, rak tabung, pipet tetes, penangas air, blender, ayakan mesh 200, kaca arloji, timbangan analitik, labu ekstraksi, batang pengaduk, stirrer, cawan petri, rotary evaporator, jarum ose, pinset, incubator, laminar air flow, termometer, pencadang, autoklaf, mikro pipet, mistar berskala Kertas Saring no. 1, kertas label, aluminium foil dan alat fotografi," terangnya.