Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mahasiswa UGM Buat Aplikasi GO-Farm, Hadirkan Daging Ayam Berkualitas

Mahasiswa UGM Buat Aplikasi GO-Farm, Hadirkan Daging Ayam Berkualitas
Mahasiswa UGM kembangkan apllikasi GO-Farm. (Dok. Istimewa)
Intinya Sih
  • Mahasiswa UGM merancang aplikasi GO-Farm untuk menyediakan daging ayam segar, bebas kontaminasi, dan berkualitas kepada masyarakat.
  • GO-Farm hadir sebagai solusi terhadap kontaminasi pada daging ayam yang mudah rusak dan berpotensi mengandung bahaya.
  • Aplikasi ini memungkinkan konsumen untuk membeli daging ayam segar tanpa frozen dengan tingkat higienitas tinggi melalui handphone.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sleman, IDN Times - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) merancang aplikasi GO-Farm. Aplikasi ini bertujuan untuk menyediakan produk daging ayam segar, bebas kontaminasi dan berkualitas kepada masyarakat.

Tim mahasiswa tersebut beranggotakan Maratus Sholihah (Fakultas Peternakan), Khafidlotul Ngilmi (Fakultas Peternakan), Riyan Azhari Dewanto (Sekolah Vokasi), Titis Wahyudi Putro (Sekolah Vokasi), dan Krisnina Meilani Wardhani (Fakultas Hukum) yang didampingi oleh Galuh Adi Insani (Dosen Fakultas Peternakan, Departemen Pemuliaan dan Reproduksi Ternak).

1. Hindari kontaminasi pada daging ayam

gambar daging ayam mentah (freepik.com/azerbaijan_stockers)
gambar daging ayam mentah (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Maratus mengatakan GO-Farm merupakan kependekan dari Grown on Farm. Maratus dan rekan-rekannya melihat daging ayam sebagai bahan pangan memiliki sifat yang mudah rusak (perishable food) dan berpotensi mengandung bahaya (potentialy harzardous food). Penjual daging ayam biasanya membawa dagangannya menggunakan pick up terbuka yang kemudian di pasar daging ayam diletakkan di meja keramik tanpa penutup.

"Hal tersebut menyebabkan terjadinya kontaminasi silang antardaging dan kontaminasi dari udara selain itu daging juga berpotensi dihinggapi oleh lalat dan hewan kecil lainnya," ujar Maratus, Rabu (19/6/2024).

2. Gandeng rumah potong ayam

ilustrasi daging ayam (pexels.com/@alleksana)
ilustrasi daging ayam (pexels.com/@alleksana)

Berdasarkan permasalahan itu maka mereka akhirnya membuat aplikasi yang menyediakan produk daging ayam yang segar, bebas kontaminasi dan berkualitas. Inovasi itu dihadirkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Kewirausahaan (PKM-K) yang berjudul GO-Farm: Strategi Optimalisasi Supply Chain Management dalam Rangka Mengurangi Potentially Hazardous Food pada Produk Peternakan melalui Digital Platform.

"Kami melakukan kerja sama dengan beberapa RPA (Rumah Potong Ayam) untuk menyediakan produk daging ayam broiler. Produk daging ayam tersebut akan dipasarkan melalui aplikasi GO-Farm sehingga mampu memperluas target pasar bagi supplier," imbuh anggota tim lainnya, Ngilmi.

3. Penuhi kebutuhan daging ayam yang berkualitas

ilustrasi daging ayam segar (freepik.com/mdjaff)
ilustrasi daging ayam segar (freepik.com/mdjaff)

Bagi konsumen, tim mahasiswa menawarkan daging segar tanpa frozen yang memiliki tingkat higienitas yang tinggi. Konsumen dengan mudah melakukan pembelian melalui handphone tanpa ribet ke supermarket atau pasar.

Hadirnya GO-Farm diharapkan mampu memenuhi kebutuhan daging ayam yang halal dan sesuai dengan prinsip keamanan pangan bagi ibu-ibu rumah tangga untuk menciptakan makanan yang sehat dan bergizi. "Tentu program ini juga mampu melatih jiwa entrepreneur para mahasiswa sehingga mampu mempersiapkan dalam dunia kerja," terang dosen pembimbing, Galuh Adi Insani.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Herlambang Jati Kusumo
EditorHerlambang Jati Kusumo

Latest News Jogja

See More