Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kustini Temukan Ratusan Konten Jelekkan Dirinya di Medsos
Pasangan Kustini - Sukamto mengumumkan akronim 'Kusuka' yang memiliki tagline menang dan ganti wakil bupati. (IDNTimes/Tunggul Damarjati)
  • Kustini menyoroti narasi negatif dan video jelek dalam kampanye Pilkada 2024, meminta untuk menciptakan pemilu santun tanpa saling menjelekkan.
  • Kustini tegaskan budaya damai orang Sleman, tidak gemar memperkeruh suasana dalam pesta demokrasi, mewanti-wanti agar tidak diadu domba.
  • Ketua Tim Pemenangan, Raden Inoki Azmi Purnomo, sepakat untuk tidak menjatuhkan orang lain saat kampanye tatap muka maupun di media sosial, ajak menjauhi anarkis dan kekerasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Calon bupati petahana Sleman, Kustini Sri Purnomo, menyoroti adanya sejumlah yang menjelek-jelekkan dirinya dalam momen kampanye Pilkada 2024 ini. Dinamika di dunia maya juga tak luput dari sorotannya. Ia menemukan sekitar ratusan video yang mengandung narasi negatif untuk menjatuhkan dirinya.

 

1. Tetap santun, hadapi dengan senyuman

pasangan calon bupati Kustini dan Sukamto (instagram.com/kusukasleman)

Menyikapi hal ini, Kustini meminta seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan pemilu yang santun tanpa saling menjelekkan peserta, pendukung, atau simpatisan Pilkada.

"Kita hadapi dengan senyuman saja, yang namanya orang itu macam-macam. Meski dijelek-jelekkan, saya tetap minta kepada seluruh tim saya tidak usah menjatuhkan orang Sleman. Tetap kampanye dengan santun. Kita sampaikan program kita untuk pembangunan Sleman," ucap Kustini, Senin (11/11/2024).

2. Diyakini bukan orang Sleman

Ilustrasi media sosial(pixabay.com/Pixelkult)

Kustini menekankan, orang Sleman punya budaya damai dan tak gemar memperkeruh suasana dalam setiap gelaran pesta demokrasi.

"Kalau ada pola kampanye menjelek-jelekkan, saya kira itu bukan orang Sleman. Untuk itu, kita tidak boleh diobok-obok. Bisa dilihat saja selama pesta demokrasi di Sleman ini buktinya damai-damai saja. Sejatinya orang Sleman itu cinta damai," terang Kustini.

Oleh karenanya, Kustini mewanti-wanti di Pilkada 2024 ini sebagai orang Sleman harus kompak, jangan mau diadu domba yang justru membuat demokrasi malah berjalan mundur.

"Tolong di Sleman ingin damai, jangan diganggu, jangan diobok-obok. Yakinlah, yang menang adalah yang santun. Yang menang adalah yang menebar kebaikan dan kedamaian," tegas Kustini.

3. Jauhi perilaku anarkis, sosialisasi program kerja ke kampung-kampung

pasangan calon bupati Kustini dan Sukamto (instagram.com/ kusukasleman)

Terpisah, Ketua Tim Pemenangan, Raden Inoki Azmi Purnomo, mengungkapkan hal senada. Menurutnya, seluruh tim pemenangan Kustini-Sukamto (Kusuka) sepakat untuk tidak menjatuhkan orang lain saat kampanye tatap muka maupun di media sosial.

"Kami akan tetap kampanye dengan santun. Salah satunya dengan sosialisasi program ke kampung-kampung. Ini lebih baik karena masyarakat harus tahu dan merasa bahwa mereka benar-benar dilibatkan untuk ikut membangun Sleman," ujar Inoki.

"Saya juga mengajak menjauhi anarkis dan kekerasan, jalani Pilkada dengan gembira untuk melanjutkan pembangunan Sleman sebagai rumah bersama," pungkas Inoki.

Editorial Team

Related Article