Ilustrasi media sosial(pixabay.com/Pixelkult)
Kustini menekankan, orang Sleman punya budaya damai dan tak gemar memperkeruh suasana dalam setiap gelaran pesta demokrasi.
"Kalau ada pola kampanye menjelek-jelekkan, saya kira itu bukan orang Sleman. Untuk itu, kita tidak boleh diobok-obok. Bisa dilihat saja selama pesta demokrasi di Sleman ini buktinya damai-damai saja. Sejatinya orang Sleman itu cinta damai," terang Kustini.
Oleh karenanya, Kustini mewanti-wanti di Pilkada 2024 ini sebagai orang Sleman harus kompak, jangan mau diadu domba yang justru membuat demokrasi malah berjalan mundur.
"Tolong di Sleman ingin damai, jangan diganggu, jangan diobok-obok. Yakinlah, yang menang adalah yang santun. Yang menang adalah yang menebar kebaikan dan kedamaian," tegas Kustini.