Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. (IDN Times/Yogie Fadila)
Sebelumnya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan warga yang dinyatakan positif dari klaster takziah di Bantul adalah orang tua dan siswa yang mengikuti kegiatan takziah di Sedayu. Kondisi pasien kebanyakan adalah orang tanpa gejala (OTG).
"Jadi, begitu ada yang positif, kemarin langsung ditangani Puskemas, ditracing keluarganya," paparnya.
Kustini meminta Dinas Kesehatan Sleman untuk terus menelusuri kemungkinan penyebaran lain dari klaster tersebut agar tidak semakin meluas
"Kami cukup menyayangkan masih adanya penularan yang cukup masif setelah sebelumnya kasus positif COVID-19 Sleman menurun," katanya.
Ia meminta masyarakat agar tidak bandel dan abai terutama saat mengikuti kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak.