Klaster Takziah Meluas, 20 Warga Jalani Perawatan di RS Bantul

Bantul, IDN Times - Sebanyak 20 pasien terkonfirmasi positif COVID-19 klaster takziah menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 di Bambanglipuro Bantul. Dari jumlah tersebut, 19 pasien di antaranya dengan kategori orang tanpa gejala (OTG) dan seorang lagi pasien bergejala ringan.
"Ada 20 pasien klaster takziah yang saat ini kita rawat di RSLKC Bambalipuro. 19 pasien kategori (OTG) dan seorang pasien bergejala ringan," ungkap Kepala RSLKC Bambanglipuro, Bantul, dr. Tarsisius Glory saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (9/11/2021).
1. Pasien berasal dari berbagai kecamatan di Bantul

Sebanyak 20 pasien tersebut berasal dari beberapa kapanewon di Bantul. "Kalau asal usul pasien yang kita rawat dari kapanewon mana atau kalurahan mana saya tidak hafal," ungkapnya.
Glory memastikan jumlah tempat tidur pasien COVID-19 masih tersedia dengan jumlah cukup banyak, karena tidak semua pasien yang positif di rawat di RSLKC.
"Kalau yang bergejala ringan dan rumahnya layak untuk digunakan sebagai isolasi mandiri ya tidak masalah," ucapnya.
2. Lima isoter milik Pemkab Bantul tetap layani pasien COVID-19

Sebanyak lima selter atau isolasi terpadu yang dimiliki Pemkab Bantul seluruh kosong atau tidak terdapat pasien. Namun tetap siap menerima pasien baru.
"Mungkin di Yogyakarta, isoter RSLKC Bantul yang masih aktif dan menerima pasien COVID-19," terangnya.
3. Dari klaster takziah, ratusan warga terkonfirmasi positif COVID-19

Penularan klaster takziah saat ini tengah menjalar hingga di tiga kabupaten. Selain Bantul, terdapat pasien terkonfirmasi positif di Sleman dan Gunungkidul.
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Kabupaten Bantul yang juga sebagai Wakil Ketua Bupati Bantul, Joko Purnomo mengatakan penambahan kasus di Bantul merupakan penularan dari klaster takziah yang terjadi di Kapanewon Sedayu.
Data hingga Jumat (8/11/2021), di Kapanewon Sedayu terdapat 47 kasus, Kasihan 31 kasus, Pajangan 18 kasus, Sandeng sebanyak 16 kasus dan Srandakan bertambah empat kasus.

















