Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Muncul Klaster Sekolah, PTM Seluruh Siswa di Sedayu Bantul Dihentikan

Muncul Klaster Sekolah, PTM Seluruh Siswa di Sedayu Bantul Dihentikan
ilustrasi pelajar(IDN Times/Mardya Shakti)
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas seluruh sekolah di Kecamatan Sedayu, Bantul terpaksa dihentikan sementara waktu. Keputusan ini diambil sebagai dampak munculnya kembali kasus penularan COVID-19 secara masif di wilayah itu.

 

1. Penutupan dilakukan dari SMA hingga SD

default-image.png
Default Image IDN

Kepala Dinas Pendidikan dan Olah Raga (Disdikpora) DIY Didik Wardaya mengatakan, kebijakan penutupan sekolah berlaku bagi satuan pendidikan jenjang SD sampai SMA/SMK. Untuk sekolah yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi tercatat dua SMA dan dua SMK se-Kecamatan Sedayu.

"SMA/SMK di wilayah Sedayu dari tanggal 3 November selama 14 hari ke tidak tatap muka tapi dengan PJJ (pembelajaran jarak jauh)," kata Didik saat dihubungi, Senin (8/11/2021).

"Demikian juga untuk SD dan SMP, kami koordinasi dengan Kabupaten Bantul. Tapi itu kewenangan Pemkab," sambung Didik.

2. Dipicu penularan dari dua sekolah

Ilustrasi siswa sekolah dasar belajar online. (IDN Times/Debbie Sutrisno)
Ilustrasi siswa sekolah dasar belajar online. (IDN Times/Debbie Sutrisno)

Didik melanjutkan keputusan penghentian PTM diambil demi mencegah terjadinya penularan di kalangan para warga sekolah dari interaksi masing-masing siswa, guru, maupun karyawan.

Ia tak menampik bahwa munculnya kembali kasus penularan secara masif dipicu kasus penyebaran dua satuan pendidikan di wilayah Sedayu pada akhir Oktober 2021 lalu, yakni SDN Sukoharjo dan SMKN 1 Sedayu.

"Karena pertimbangannya di seluruh Kapanewon Sedayu, SMA/SMK itu kan jaraknya cukup dekat dan siswanya mungkin tinggalnya dalam satu kampung," ucap Didik dia.

Penularan COVID-19 di satuan pendidikan jenjang SMA di Kecamatan Sedayu, menurut Didik, sebenarnya masih nihil laporan. Kendati pihaknya enggan untuk mengambil risiko.

"Untuk mengantisipasi sementara ikut ditutup," pungkasnya.

3. Kegiatan pembelajaran SD dan SMP di Sedayu dialihkan di rumah

Ilustrasi belajar di rumah (IDN Times/Rochmanudin)
Ilustrasi belajar di rumah (IDN Times/Rochmanudin)

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul Isdarmoko secara terpisah menuturkan, kasus penularan COVID-19 di wilayah Sedayu tak hanya terjadi di SDN Sukoharjo dan SMKN 1 Sedayu. Mencegah terjadinya kemungkinan terburuk, pihaknya mengeluarkan kebijakan pengalihan dari PTM terbatas ke PJJ yang berlaku wajib bagi seluruh SD dan SMP di wilayah Kecamatan Sedayu.

"Kami wajibkan, total terdapat 24 SD dan 4 SMP di Kecamatan Sedayu," ucapnya.

Penutupan atau penghentian PTM terbatas ini diberlakukan sejak 5 November 2021 kemarin sampai 14 hari ke depan.

"Kita khawatirkan dampaknya meluas lagi. Kita nggak tahu to keluarganya yang SMK itu siapa saja. Ada gak yang keluarganya itu ternyata siswa sekolah, kalau itu sampai ada kan kita harus hati-hati," pungkasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriana Sintasari
EditorFebriana Sintasari

Latest News Jogja

See More

Gempa di Pacitan Magnitudo 5,6 Terasa hingga ke Jogja

27 Jun 2026, 15:21 WIBNews