Sleman, IDN Times - Sudah sejak Maret 2020, DI Yogyakarta menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Meski sudah berjalan beberapa bulan, kendala yang dialami sejumlah siswa masih sama, yaitu tidak adanya gadget.
Margaretha Yosevin Ferdinandes (16), salah satu siswa kelas 8 SMP "17" 1 Yogyakarta, menjelaskan, sudah sejak awal pandemik COVID-19 dirinya bersama ketiga teman lainnya datang seminggu 2 kali ke sekolah untuk mengambil maupun mengumpulkan materi pelajaran.
Yosevin sendiri adalah penghuni salah satu Panti Asuhan Anak (PAA) di Kota Yogyakarta.
