Yogyakarta, IDN Times - Pemerintah terus menerus menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat. Namun, kenapa kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) masih terjadi di berbagai sektor industri?
Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Dyah Titis Kusuma Wardani, mengatakan PHK menjadi indikator masih adanya tekanan di sektor riil. Menurutnya, kondisi tersebut perlu dilihat secara menyeluruh karena pertumbuhan ekonomi tidak dirasakan secara merata di setiap sektor.
"PHK menunjukkan tekanan di sektor riil masih nyata, meskipun indikator makro tertentu terlihat stabil. Perusahaan melakukan PHK biasanya karena kombinasi berbagai faktor. Mulai dari melemahnya permintaan, kenaikan biaya produksi, tekanan impor, perubahan teknologi, efisiensi operasional, hingga penurunan daya saing," jelas Dyah, Kamis (2/7/2026), dikutip dari laman resmi UMY.
