Coba perhatikan isi kafe langganan kamu jam 8 malam. Hampir pasti separuh mejanya diisi mahasiswa dengan laptop terbuka, earphone sebelah nyantol, dan kertas revisi berserakan di samping gelas kopi yang sudah setengah dingin. Anehnya, kamar kos yang sepi, ber-AC, wifi kencang, justru jadi tempat paling susah buat mulai ngerjain tugas. Baru lima menit buka laptop, pikiran sudah lari ke kasur atau ke timeline media sosial.
Kalau kamu merasa relate, ini bukan cuma soal gengsi ikut tren nugas di kafe ala anak Jogja. Ada penjelasan di balik kebiasaan ini, dan sebagian bahkan sudah diuji lewat riset ilmiah. Fenomena ini dikenal dengan sebutan coffee shop effect, kondisi saat otak justru bekerja lebih baik di tengah keramaian kafe ketimbang di ruangan yang benar-benar sunyi. Berikut penjelasan ilmiahnya kenapa nugas di kafe lebih fokus.
