Sleman, IDN Times - Pandemik COVID-19 yang melanda sejak beberapa bulan terakhir, telah menginfeksi banyak orang. Bahkan, dari banyaknya kasus positif COVID-19, tidak sedikit pula yang meninggal dunia.
Di Indonesia sendiri, persentase angka kematian dari data per tanggal 21 September 2020 lalu mencapai 9.677 kasus atau 4 persen dari jumlah kasus sebanyak 248.852. Lalu, bagaimana dengan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman yang notabene merupakan kabupaten berpenduduk paling tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan total 1,2 juta jiwa?
Jika melihat data per tanggal 21 September 2020, kasus positif COVID-19 di Kabupaten mencapai 931 kasus. Dengan angka kematian sebanyak 15 kasus, atau sebesar 2 persen dari keseluruhan kasus. Ketika melihat jumlah kasus kematian, Kabupaten Sleman menempati urutan pertama di DIY, namun ketika membandingkan dengan persentase nasional, angka tersebut masih jauh di bawah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo menggarisbawahi, jumlah angka kematian tersebut seluruhnya merupakan pasien dengan penyakit penyerta, seperti jantung, darah tinggi, diabetes dan yang lainnya.
"Kalau jumlah kematian iya, se-DIY paling tinggi Sleman, tapi itu juga karena jumlah kasus paling tinggi Sleman (se-DIY). Tapi kalau secara persentase tidak tinggi, karena angka kematian di bawah 2 persen dari 15 kasus dibanding 931 kasus (di bawah nasional)," ungkapnya pada Rabu (23/9/2020) lalu.
Beralih ketika kita menilik angka kesembuhan di Kabupaten Sleman, yang juga terbilang masih tinggi dibandingkan dengan data nasional, yakni mencapai 76 persen (nasional 75 persen). Bahkan pada awal bulan lalu, angka kesembuhan sempat menempati 86 persen.
