Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus COVID-19 di Bantul Naik, Ini Penyebabnya
ilustrasi pandemik COVID-19. Mural di Selapajang, Tangerang, Banten, Selasa (31/3/2020). (ANTARAFOTO/Muhammad Iqbal)

Bantul, IDN Times - ‎Jumlah kasus harian COVID-19 di Kabupaten Bantul terus mengalami lonjakan. Data Dinas Kesehatan Bantul pada Minggu (24/7/2022), jumlah pasien positif COVID-19 mencapai 123 orang yang tersebar di berbagai kapanewon. 

1. Libur panjang dan prokes yang menjadi penyebab kenaikan kasus

Wakil Bupati Bantul. Joko B Purnomo.(daruwaskita)

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19, Kabupaten Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan melonjaknya kasus COVID-19 pada bulan Juli disebabkan libur panjang sekolah dan masyarakat yang mulai abai melaksanakan protokol kesehatan.

"Faktor utama kasus COVID-19 di Bantul ini adalah masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan. Kita gencarkan lagi sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat Bantul," kata Joko, Senin (25/7/2022).


2. Gencarkan vaksinasi dosis pertama hingga booster‎

Data Covid-19 di Bantul per 24 Juli 2022 / Instagram@pemkabbantul

Dinas Kesehatan bersama TNI dan Polri akan menggencarkan vaksinasi COVID-19 untuk semua dosis dari pertama hingga booster.

"Salah satu langkah agar kekebalan tubuh bertambah adalah vaksinasi terutama booster yang sampai hari ini capaiannya baru 23,81 persen dari 752.225 sasaran," ujar Joko B Purnomo.

Wakil Bupati Bantul ini memaparkan meski terjadi lonjakan kasus namun belum ada kegiatan uji swab massal. Saat ini pemkab melakukan tracing dan testing terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19.

"Belum ada tes swab atau antigen massal. Tracing dan testing bagi orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19," tuturnya.

3. Belum perlu lakukan tes COVID-19 acak kepada pelajar

Ilustrasi siswa SD.(IDN Times/Daruwaskita)

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengatakan pihaknya belum merencanakan tes acak kepada pelajar saat memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.

"Tentu kan ada kondisi tertentu atau syarat tertentu untuk dilakukan tes acak kepada siswa dan itu harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul. Sejauh ini belum ada laporan siswa yang terpapar COVID-19," ujarnya.‎

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article