Kasus COVID-19 di Bantul Naik, Ini Penyebabnya

1. Libur panjang dan prokes yang menjadi penyebab kenaikan kasus

Ketua Harian Satgas Percepatan Penanggulangan COVID-19, Kabupaten Bantul, Joko Budi Purnomo mengatakan melonjaknya kasus COVID-19 pada bulan Juli disebabkan libur panjang sekolah dan masyarakat yang mulai abai melaksanakan protokol kesehatan.
"Faktor utama kasus COVID-19 di Bantul ini adalah masyarakat mulai abai dengan protokol kesehatan. Kita gencarkan lagi sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat Bantul," kata Joko, Senin (25/7/2022).
2. Gencarkan vaksinasi dosis pertama hingga booster

Dinas Kesehatan bersama TNI dan Polri akan menggencarkan vaksinasi COVID-19 untuk semua dosis dari pertama hingga booster.
"Salah satu langkah agar kekebalan tubuh bertambah adalah vaksinasi terutama booster yang sampai hari ini capaiannya baru 23,81 persen dari 752.225 sasaran," ujar Joko B Purnomo.
Wakil Bupati Bantul ini memaparkan meski terjadi lonjakan kasus namun belum ada kegiatan uji swab massal. Saat ini pemkab melakukan tracing dan testing terhadap orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19.
"Belum ada tes swab atau antigen massal. Tracing dan testing bagi orang yang kontak erat dengan pasien positif COVID-19," tuturnya.
3. Belum perlu lakukan tes COVID-19 acak kepada pelajar

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Isdarmoko mengatakan pihaknya belum merencanakan tes acak kepada pelajar saat memasuki tahun ajaran baru 2022/2023 yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen.
"Tentu kan ada kondisi tertentu atau syarat tertentu untuk dilakukan tes acak kepada siswa dan itu harus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Bantul. Sejauh ini belum ada laporan siswa yang terpapar COVID-19," ujarnya.



















