Yogyakarta, IDN Times - Kasus COVID-19 pedagang kaki lima (PKL) penjual tas dan dompet di zona tiga Malioboro terus bertambah.
Hingga saat ini, total penambahan kasus mencapai 18 orang dan terdapat satu kasus yang masih diselidiki keterkaitannya.

Yogyakarta, IDN Times - Kasus COVID-19 pedagang kaki lima (PKL) penjual tas dan dompet di zona tiga Malioboro terus bertambah.
Hingga saat ini, total penambahan kasus mencapai 18 orang dan terdapat satu kasus yang masih diselidiki keterkaitannya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut tambahan sebanyak enam kasus baru terkait PKL yang dinyatakan positif pada 4 September 2020 lalu.
"Malioboro (tambahan kasus) sebanyak enam, yang merupakan keluarga dari kontak erat kasus pertama," kata Heroe yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta tersebut dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2020).
Heroe memastikan kasus baru yang muncul belakangan masih dalam kategori riwayat kontak erat dengan kasus pertama. Mereka meliputi anggota keluarga pasien kasus pertama dan rekan sesama pedagang di zona 3 Malioboro ataupun anggota keluarga yang sempat bergiliran menggantikan berjualan.
Untuk itu, dirinya pun menyebut bahwa penularan yang terjadi sifatnya masih generasi pertama atau disebut G1. "Jadi belum bisa kita sebut klaster," terangnya.
Lebih jauh, Heroe mengaku pihaknya belum menemukan benang merah antara belasan kasus positif terkait PKL penjual tas dan dompet dengan penjual aksesori yang telah diumumkan Pemda DIY pada 15 September 2020 lalu.
Heroe menuturkan sejumlah pedagang mencurigai mereka sempat melakukan salat berjamaah, meskipun informasi itu belum dapat dipastikan.
"Belum sampai kita menemukan kaitannya. Masih ditelusuri, menunggu hasil tracingnya," tutupnya.