Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jumlah Kasus Positif COVID-19 PKL Malioboro Terus Meningkat

Jumlah Kasus Positif COVID-19 PKL Malioboro Terus Meningkat
Ilustrasi kawasan Malioboro. IDN Times/Paulus Risang
Share Article

Yogyakarta, IDN Times - Kasus COVID-19 pedagang kaki lima (PKL) penjual tas dan dompet di zona tiga Malioboro terus bertambah.

Hingga saat ini, total penambahan kasus mencapai 18 orang dan terdapat satu kasus yang masih diselidiki keterkaitannya.

 

1. Bertambah enam kasus

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menyebut tambahan sebanyak enam kasus baru terkait PKL yang dinyatakan positif pada 4 September 2020 lalu.

"Malioboro (tambahan kasus) sebanyak enam, yang merupakan keluarga dari kontak erat kasus pertama," kata Heroe yang juga merupakan Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kota Yogyakarta tersebut dalam keterangannya, Sabtu (19/9/2020).

2. Belum menjadi klaster baru

Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi virus corona (IDN Times/Arief Rahmat)

Heroe memastikan kasus baru yang muncul belakangan masih dalam kategori riwayat kontak erat dengan kasus pertama. Mereka meliputi anggota keluarga pasien kasus pertama dan rekan sesama pedagang di zona 3 Malioboro ataupun anggota keluarga yang sempat bergiliran menggantikan berjualan.

Untuk itu, dirinya pun menyebut bahwa penularan yang terjadi sifatnya masih generasi pertama atau disebut G1. "Jadi belum bisa kita sebut klaster," terangnya.

3. Keterkaitan dengan PKL penjual aksesori

Malioboro saat pandemik COVID-19 IDN TIMES/Yogie Fadilla
Malioboro saat pandemik COVID-19 IDN TIMES/Yogie Fadilla

Lebih jauh, Heroe mengaku pihaknya belum menemukan benang merah antara belasan kasus positif terkait PKL penjual tas dan dompet dengan penjual aksesori yang telah diumumkan Pemda DIY pada 15 September 2020 lalu.

Heroe menuturkan sejumlah pedagang mencurigai mereka sempat melakukan salat berjamaah, meskipun informasi itu belum dapat dipastikan.

"Belum sampai kita menemukan kaitannya. Masih ditelusuri, menunggu hasil tracingnya," tutupnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Tunggul Damarjati
EditorTunggul Damarjati

Latest News Jogja

See More

Dukung Veda Ega, Pemkab Gunungkidul Gelar Nobar Moto3

01 Jun 2026, 09:13 WIBNews