Kusir andong menunggu calon penumpang di kawasan Malioboro, Kamis (17/6). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Akan tetapi, Ngarso Dalem menegaskan, bahwa prestasi ini bukan cuma soal hasil kinerja pemerintah semata. Masyarakat sipil juga punya peran tak kalah penting.
"Hakikatnya yang penting itu masyarakat menjadi subjek dalam proses kebijakan yang ada. Jangan sampai masyarakat merasa diperintah dikon ngalor dikon ngidul," ungkapnya.
Sultan, semenjak sebelum memberlakukan status tanggap darurat bencana COVID-19 pertengahan Maret lalu, memang sudah menyampaikan bahwa masyarakat harus berperan sebagai subjek dalam melindungi diri dan keluarga dari penularan virus corona.
"Karena pada hakikatnya yang sakit masyarakat sendiri, yang sehat ya masyarakat sendiri. Jadi, meletakkan pada kepentingan bahwa masyarakat harus bisa menjaga dirinya sendiri," paparnya.
Wujud partisipasi masyarakat itu salah satunya ketika berbagai desa berinisatif menerapkan karantina wilayah atau lockdown. Disertai kemudian pendataan bagi para pendatang dari luar lingkungan.
"Jadi karena kesadarannya sendiri, karena dia jadi subjek dalam proses kebijakan itu. Bukan saya merasa kuasa mengeluarkan keputusan semau saya, tapi masyarakat sendiri yang mengantisipasi," pungkasnya.