Jogja Scooter Parade (JSP) 2026 di Jogja Expo Center (JEC), Sabtu (25/7/2026). (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Penasihat Jogja Scooter Parade, Cahyo Wijoyono mengatakan, JSP hadir sebagai ruang pertemuan berbagai elemen, mulai dari komunitas scooter klasik dan modern, builder, pelaku industri kreatif, seniman musik, hingga UMKM. Menurutnya, scooter bukan hanya sekadar kendaraan, tetapi telah menjadi bagian dari budaya, kreativitas, dan perjalanan hidup banyak orang.
"Tema Scooter Culture & Celebration menjadi semangat bahwa acara ini adalah perayaan bersama. Kami berharap manfaatnya bisa dirasakan masyarakat, terutama bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Yogyakarta," kata Cahyo.
Ia juga mengajak seluruh peserta menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, serta mematuhi aturan lalu lintas selama mengikuti rangkaian kegiatan. Cahyo berharap Jogja Scooter Parade dapat digelar secara rutin dan masuk dalam kalender event pariwisata DIY.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, Robby Kusumaharta. Menurutnya, penyelenggaraan JSP berpotensi membuka peluang usaha bagi UMKM sekaligus meningkatkan okupansi hotel dan sektor jasa lainnya.
"Atas nama pelaku usaha di Yogyakarta, kami mengapresiasi Jogja Scooter Parade. Ini menjadi pondasi yang kuat agar penyelenggaraannya semakin besar pada tahun-tahun berikutnya. Kadin juga siap membantu membuka komunikasi dengan berbagai mitra dan pelaku usaha," ujarnya.
Senada, Perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY, Azis Yurianto, menilai nilai utama dalam komunitas scooter bukan terletak pada merek maupun tahun pembuatan kendaraan, melainkan kuatnya rasa persaudaraan antarpenggemar.
"Peserta datang dari berbagai daerah, tetapi begitu bertemu langsung terasa seperti saudara. JSP juga menunjukkan bahwa dunia otomotif Indonesia semakin berkembang dan inovatif. Mudah-mudahan kegiatan ini ikut membangkitkan ekonomi DIY dan menjadi agenda tahunan yang terus digelar di Yogyakarta," katanya.