Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang Coblosan, Dugaan Politik Uang Mencuat di Mulyodadi Bantul

Jelang Coblosan, Dugaan Politik Uang Mencuat di Mulyodadi Bantul
Ilustrasi politik uang. (IDN Times/Arief Rahmat)
Intinya Sih
  • Dugaan praktik politik uang mencuat jelang hari pencoblosan Pilkada Bantul 2024
  • Warga diberi Rp25 ribu per pemilih untuk memilih paslon tertentu
  • Bawaslu Bantul akan mengirimkan petugas pengawas ke lokasi untuk mengumpulkan informasi terkait dugaan politik uang
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bantul, IDN Times - Dugaan praktik politik uang mencuat jelang hari pemungutan suara Pilkada Bantul 2024 yang akan berlangsung pada Rabu, 27 November 2024 mendatang. Salah satu kasus dugaan politik uang dilaporkan terjadi di Padukuhan Kepuh, Kalurahan Mulyodadi, Kapanewon Bambanglipuro, pada Selasa (26/11/2024) pagi.

1. Pembagian uang berlangsung dari rumah ke rumah

Ilustrasi politik uang yang diberikan kepada pemilih.(Dok.Istimewa)
Ilustrasi politik uang yang diberikan kepada pemilih.(Dok.Istimewa)

Seorang warga Padukuhan Kepuh, sebut saja Eti (bukan nama sebenarnya), mengaku bahwa pembagian uang terjadi pada Selasa (26/11/2024) pagi. Praktik ini diduga menyasar hampir seluruh warga yang memiliki hak pilih, kecuali ASN dan nonmuslim.

Menurutnya, dari lima RT di wilayah tersebut, empat RT telah menerima uang senilai Rp25 ribu per pemilih. Uang itu dibagikan secara langsung dari rumah ke rumah dengan pesan agar memilih pasangan calon bupati-wabup Bantul tertentu.

"Uang itu dimasukkan dalam amplop kecil tidak ada stiker atau gambar paslon. Pihak pemberi hanya berpesan agar memilih paslon cabup-cawabup nomor urut 2 kepada yang diberi amplop," ucapnya, Selasa (26/11/2024) malam.

Eti mengaku sempat takut melaporkan kejadian tersebut karena orang yang membagikan uang diduga memiliki dukungan dari organisasi kepemudaan. Ia juga menyebut salah satu pelaku pembagi uang merupakan penyandang disabilitas, sehingga tidak mudah dicurigai.

"Yang jelas tidak dapat uangnya tapi tetangga saya dapat dan uang dalam amplop sudah saya dokumentasikan," ujarnya. "Ada dua orang pelaku yang diduga membagikan kepada warga di Kepuh," tambah dia.

2. Bawaslu Bantul akan segera usut dugaan politik uang di Kepuh Mulyodadi Bambanglipuro

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho.(Dok.Istimewa)
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho.(Dok.Istimewa)

Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengirimkan petugas pengawas ke Padukuhan Kepuh untuk mengumpulkan informasi terkait dugaan politik uang yang mencuat.

"Kami komitmen agar pilkada tanpa politik uang dan warga tidak perlu takut melapor jika melihat dan mengetahui adanya politik uang," terangnya.

3. Respons Tim Hukum dan Advokasi paslon nomor urut 2

Calon bupati dan wakil bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta.(IDN Times/Daruwaskita)
Calon bupati dan wakil bupati Bantul, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta.(IDN Times/Daruwaskita)

 
Anggota Tim Hukum dan Advokasi pasangan calon cabup-cawabup Bantul nomor urut 2, Abdul Halim Muslih dan Aris Suharyanta, Rochmidi, meminta agar isu politik uang yang menyudutkan paslon Halim-Aris segera dilaporkan ke Bawaslu dengan bukti yang kuat. Ia menegaskan pentingnya langkah ini untuk mencegah fitnah.

"Kami komitmen pilkada Bantul 2024 tanpa politik uang dan tanpa intimidasi. Laporkan ke Bawaslu dengan bukti yang kuat adanya politik uang biar tidak menjadi fitnah. Karena paslon Halim-Aris sudah banyak difitnah," tandasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Paulus Risang
EditorPaulus Risang

Latest News Jogja

See More