Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, mengatakan filosofi Jawa Tunâ Satak, Bathi Sanak masih relevan diterapkan di tengah perkembangan ekonomi digital. Menurutnya, keberhasilan bisnis tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari kepercayaan yang dibangun dengan masyarakat.
"Rugi sedikit materi, untung mendapat saudara. Bukan kalkulasi akuntansi biasa, melainkan filosofi bisnis yang menempatkan hubungan di atas transaksi," ujar Sultan.
Ia menjelaskan, para pedagang Jawa sejak dahulu menanamkan kepercayaan kepada pelanggan agar pasar tetap hidup dan berkelanjutan. Filosofi tersebut, menurutnya, kini dapat diterapkan melalui berbagai inovasi digital, mulai dari aplikasi pembayaran hingga pemanfaatan QRIS yang memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.
Sultan juga menilai inklusi keuangan harus diikuti dengan penguatan UMKM agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat. Ia menyebut DIY telah mengembangkan paradigma Local Value for Money, yakni mendorong belanja pemerintah agar lebih banyak menggunakan produk lokal.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui platform SiBakul DIY yang menghubungkan pelaku UMKM dengan pasar, termasuk pasar pengadaan pemerintah. "Negara berinvestasi pada produk lokal, dan yang dituai adalah keberlanjutan ekonomi rakyat," katanya.
Melalui mekanisme tersebut, produk batik, kerajinan, hingga kuliner tradisional memiliki peluang memperoleh pasar yang lebih stabil sehingga mampu menjaga keberlangsungan para perajin di daerah.
Di hadapan para pelaku usaha dan pemimpin korporasi yang hadir, Sultan juga menitipkan pesan agar membangun bisnis dengan hati. "Keuntungan yang sejati bukan hanya yang tercatat di neraca, tetapi yang tertanam dalam kepercayaan rakyat, dan yang mengalir kembali ke desa-desa penghasil produk lokal," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Sri Sultan Hamengku Buwono X mendapat penghargaan Maestro Penggerak Inklusivitas. Selain Sultan, sejumlah pemimpin daerah, institusi pendidikan dan Perusahaan mendapat apresiasi atas kiprah mereka.