Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin (kiri) dan Direktur Utama InJourney, Maya Watono (tengah). (IDN Times/Tunggul Damarjati)
Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Indira Estiyanti Nurjadin, mengatakan kerja sama konservasi Kompleks Candi Prambanan merupakan tindak lanjut dari komitmen yang telah disampaikan PM Modi sejak Januari 2025.
Menurutnya, bantuan dari India bukan hanya berupa dukungan pendanaan, tetapi juga kolaborasi dalam pemugaran candi perwara di Kompleks Candi Prambanan.
Esti menjelaskan bantuan India akan difokuskan pada sekitar seperempat kawasan candi perwara di sisi timur laut Kompleks Candi Prambanan, dengan jumlah sekitar 54 candi perwara. Sementara itu, pemerintah Indonesia juga akan terlibat dalam pelaksanaan konservasi tersebut.
"Baru seperempatnya saja yang dibantu. Dan oleh karena itu, tadi Pak Prabowo juga sudah menyatakan bahwa kita dengan adanya kerja sama konservasi ini, Indonesia akan juga turun bersama-sama," kata Esti, sapaan akrabnya.
Menurut Esti, inti kerja sama tersebut adalah kolaborasi antarlembaga dan pertukaran pengetahuan melalui penerapan teknologi modern dalam konservasi cagar budaya, macam pemanfaatan teknologi pemindaian tiga dimensi dengan penginderaan laser, fotogrametri, dan kecerdasan buatan (AI).
Meski demikian, proses pemugaran tetap mengedepankan kaidah arkeologi melalui teknik anastilosis agar bentuk asli bangunan tetap terjaga.
"Bentuk aslinya dipertahankan. Lalu juga dilihat ada integritas dari keseluruhan kompleks candi ini. Dan dari situ akan dicoba dibangun dan dicari batu-batu lama sebisa mungkin. Nah, baru kalau tidak ketemu bagian-bagiannya, di situlah kita akan menggunakan bagian-bagian yang baru," terangnya.