Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Alasan UGM Tetap Gunakan Nama Teknik Tak Ubah Menjadi Rekayasa
Fakultas Teknik UGM (Dok. Humas UGM)
  • FT UGM memutuskan tetap memakai istilah 'teknik' dan belum berencana mengganti nomenklatur sesuai kebijakan Kemdiktisaintek yang memperkenalkan istilah 'rekayasa'.
  • Dekan FT UGM menegaskan perubahan nama belum dibahas lebih lanjut karena sifat kebijakan tersebut opsional dan memerlukan kajian serta mekanisme internal panjang.
  • FT UGM memilih fokus pada peningkatan mutu SDM dan hilirisasi riset sebagai prioritas utama dibanding melakukan perubahan administratif pada penamaan program studi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Yogyakarta, IDN Times - Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) menyatakan belum ada rencana untuk mengubah nomenklatur istilah teknik di lingkungan kampusnya.

Hal tersebut merespons langkah yang dilakukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang menetapkan istilah “rekayasa” sebagai padanan resmi untuk nomenklatur baru bagi Program Studi Teknik. Kebijakan ini tertuang dalam surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/B/KPT/2025. Kemdiktisaintek menegaskan bahwa implementasinya tidak bersifat wajib dan diserahkan pada kesiapan serta karakteristik akademik masing-masing perguruan tinggi.

1. Belum ubah nomenklatur

Gedung Rektorat UGM (ugm.ac.id)

Dekan FT UGM, Prof. Ir. Selo, S.T., menjelaskan kebijakan penyesuaian nomenklatur tersebut tidak bersifat mengikat, pihaknya memilih untuk mempertahankan istilah yang digunakan saat ini.

“Karena dalam edaran tersebut sifatnya tidak wajib, FT akan saya dorong untuk tetap seperti sekarang. Belum akan mengubah nomenklatur,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

2. Belum lakukan pembahasan lebih lanjut

Fakultas Teknik UGM IUP (instagram.com/teknikugm)

Menurut Selo, proses perubahan nama memerlukan kajian mendalam serta mekanisme internal yang panjang, termasuk pemaparan dan keterlibatan Senat Fakultas.

“Karena sifatnya opsional, kami melihat FT belum perlu untuk melakukan pembahasan lebih jauh. Ada proses harus dipelajari dan dijalankan, termasuk keterlibatan Senat Fakultas. Pendek kata, kami menginterpretasikan kata ‘boleh’ sebagai sesuatu hal yang tidak urgen bagi FT dan belum penting untuk segera dilaksanakan,” ujarnya.

3. Pilih fokus pada capaian kerja substantif

Universitas Gadjah Mada (ugm.ac.id)

Selo menjelaskan dibandingkan melakukan perubahan secara administratif pada penamaan program studi, FT UGM saat ini memilih untuk mengalihkan fokus pada capaian kerja substantif. Selo memaparkan bahwa terdapat dua prioritas utama yang sedang dikejar institusinya, yaitu peningkatan mutu sumber daya manusia dan hilirisasi riset.

“FT lebih fokus pada bagaimana dapat berkontribusi pada 2 hal utama, yaitu menyiapkan SDM unggul dan menghasilkan penelitian yang manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. FT akan terus fokus pada dampak nyata perguruan tinggi, khususnya di bidang engineering pada masyarakat,” katanya.

Editorial Team