Denny mengungkapkan latihan angkat beban tidak hanya dilakukan di gym saja. Melalui gerakan seperti push-up, pull-up, plank, squat, atau menggunakan bantuan kursi di rumah. Latihan ini praktis dan tidak memerlukan alat mahal. Selain itu, latihan seperti pilates juga sangat baik untuk melatih otot. Latihan beban harus dimulai sejak dini karena seiring bertambahnya usia, otot yang jarang digunakan akan mengalami kerusakan terlebih dahulu. “Dengan melatih otot sejak muda, kita dapat mencegah tubuh menjadi bungkuk, lemah, atau jompo saat memasuki usia tua,” jelasnya.
Latihan angkat beban, kata Denny, tidak hanya bermanfaat bagi kekuatan otot, tetapi turut memberi manfaat bagi jantung dan otak. Denny menerangkan ketika otot dilatih, beban kerja dan metabolisme otot akan meningkat. Jantung akan bertugas memberikan suplai makanan ke otot tersebut. Semakin kuat otot dilatih, otot jantung juga akan terangsang untuk bekerja lebih keras. Oleh karena itu, pemberian beban harus disesuaikan dengan kemampuan dan ditingkatkan secara bertahap agar jantung tidak kaget atau mengalami kegagalan fungsi.
Sementara manfaat untuk otak, latihan ini akan memperlancar aliran darah. Ketika aliran darah ke otak meningkat, otak akan melepaskan hormon-hormon bahagia yang membuat kita merasa senang. “Selain itu, aliran darah baru yang lebih baik di otak akan meningkatkan kecerdasan dan kecepatan berpikir karena otak terbiasa mendapatkan suplai darah yang optimal,” terangnya.