Salah satu pedagang hewan kurban di Bantul, Ahmad Suwardi. (IDN Times/Daruwaskita)
Ahmad mengatakan berjualan hewan kurban di masa pandemik menjadi tantangan yang berat. Pedagang diharuskan membuat inovasi agar hewan kurbannya laku dijual.
"Dalam kondisi pandemik saat ini, saat pemotongan hewan tidak boleh terjadi kerumunan, harus jaga jarak artinya perlu inovasi agar pemotongan hewan harus mengikuti protokol kesehatan," katanya, Selasa (29/6/2021).
Pengalaman berjualan pada pandemik tahun 2020 yang lalu, kata Ahmad, memberi jalan agar hewan kurban tetap laku terjual tanpa melanggar protokol kesehatan sehingga sohibul, takmir masjid, dan panitia penyembelihan korban tetap aman dari paparan COVID-19.
"Saya menawarkan kepada sohibul korban atau takmir masjid dengan jasa potong hewan kurban hingga daging kurban sudah dikemas dalam bungkus dengan ukuran tertentu dan tinggal membagikan kepada masyarakat," ujarnya.
Selain itu, setiap sohibul kurban atau takmir masjid yang membeli hewan kurban juga diberi layanan tambahan, yakni seorang tukang jagal untuk setiap ekor pembelian hewan kurban jenis sapi.
"Kalau tidak dipotong di tempat saya, maka saya menyiapkan satu orang jagal yang bisa membantu pemotongan hewan kurban di lokasinya masing-masing yang telah ditentukan tanpa ongkos tambahan," ungkapnya.