Anak Muda Tak Sekolah di Sleman Diajari Bisnis Street Food

Wadahi anak muda yang tidak melanjutkan pendidikan

Sleman, IDN Times – Pemerintah mendorong generasi muda usia sekolah namun tidak meneruskan jenjang pendidikan melakukan wirausaha. Upaya tersebut dilakukan dengan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2024 dari Direktorat Kursus dan Pelatihan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI.

“Pendidikan Kecakapan Wirausaha bagi masyarakat usia sekolah, tapi tidak sekolah tujuannya jadi wirausahawan sukses. Ada yang memang sudah putus sekolah, atau tidak melanjutkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sleman, Ery Widaryana, seusai membuka PKW Platinum 2024, bekerja sama dengan LPK Budi Mulia Dua Culinary School, di Sleman, Selasa (9/7/2024).

1. Siapkan wirausahawan hadapi bonus demografi

Anak Muda Tak Sekolah di Sleman Diajari Bisnis Street FoodPembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2024. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ery menyebut pemerintah menyadari lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah angkatan kerja. Bonus demografi yang ada jika tidak dipersiapkan dengan baik, akan menjadi masalah besar.

“Kalau dominasi usia produktif, sementara tidak mendapat lapangan pekerjaan, akan menjadi masalah besar. Kewirausahaan harus dikedepankan. Pendidikan ini tidak hanya mendidik membuat produk, tapi jadi usahawan sukses,” ujar Ery.

Ery mengungkapkan untuk wilayah Sleman, terdapat potensi besar pada dunia pariwisata. Peserta PKW mendapat pelatihan tentang jasa usaha makanan. “Angkatan ini kuliner, mendukung pariwisata Sleman. Semakin banyak masyarakat berwirausaha, mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Ery.

2. Dijaring 40 peserta dapat pelatihan dan pendampingan gratis

Anak Muda Tak Sekolah di Sleman Diajari Bisnis Street FoodPembukaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) Platinum 2024. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Pimpinan Budi Mulia Dua Culinary School, Ani Syafaatun menjelaskan pelatihan tidak ditarik biaya alias gratis. Sebanyak 40 anak muda akan diberi pelatihan dan pendampingan agar bisa mengembangkan usaha, khususnya pada bidang kuliner, street food.

Pelatihan akan dilakukan selama 50 hari, selanjutnya para peserta akan mendapat bantuan peralatan untuk mendukung rintisan usahanya. “Satu tahun akan ada pendampingan. Orangtua juga kami libatkan untuk mendukung anak-anaknya,” ungkap Ani.

Baca Juga: Pekerja Pabrik Tekstil di Sleman Sambat Dirumahkan, Gaji Belum Dibayar

3. Peluang besar sukses dari street food

Anak Muda Tak Sekolah di Sleman Diajari Bisnis Street FoodPimpinan Budi Mulia Dua Culinary School, Ani Syafaatun. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)

Ani mengatakan para peserta pelatihan juga dibimbing para mentor profesional. “Ini fokusnya memang pada street food. Berdasar analisis peluangnya tinggi, potensial, mudah dipelajari, dan alat sederhana, bisa diterapkan untuk rintisan,” jelas Ani.

Ani mengungkapkan banyak para peserta yang sukses mengembangkan usahanya. “Empat periode ini cukup bagus. Ada beberapa memiliki omset cukup tinggi, ada sedang, ada satu, dua yang kemudian menikah, ikut transmigrasi, dan sebagainya, tapi rata-rata berhasil dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Arca Ganesha di Sleman Diyakini Temuan Lepas, Tak Ada Situs Lainnya

Topik:

  • Febriana Sintasari

Berita Terkini Lainnya