Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Gugus Tugas COVID-19 Sleman Beri Rekomendasi Aman 15 Ponpes
ilustrasi santri salat berjamaah dengan jarak satu meter. IDN Times/Zainul Arifin

Sleman, IDN Times - Sebanyak 15 pondok pesantren di Kabupaten Sleman telah mengantongi rekomendasi aman COVID-19.

Juru Bicara Penanganan COVID-19 Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmaladewi menerangkan dari total 25 pondok pesantren di Kabupaten Sleman yang mengajukan surat keterangan, 15 di antaranya sudah mendapatkan surat rekomendasi aman.

1. Rincian pondok pesantren yang sudah kantongi rekomendasi

Ilustrasi. Sejumlah santri Pondok Al-Fatah, Temboro, Magetan sedang mengisi data sebelum mengikuti rapid test COVID-19 di Puskesmas Mejayan, Kabupaten Madiun, Kamis (23/4). IDN Times/Nofika Dian Nugroho

Setelah mendapatkan rekomendasi selanjutnya pondok pesantren diperbolehkan melakukan kegiatan tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Tapi jika ditemui pelanggaran, maka rekomendasi tersebut bisa dicabut.

"Semua surat rekomendasi yang dikeluarkan oleh gugus tugas kepada pihak yang mengajukan, apabila terdapat penyimpangan maka akan ditinjau ulang sampai tindakan dicabut kembali rekomendasinya," ungkapnya pada Senin (24/8/2020).

Sebanyak 15 pondok pesantren yang sudah mengantongi rekomendasi yakni Pondok Pesantren Sunan Pandanaran, Bina Umat, Wahid Hasyim, Diponegoro, Ar Roudhoh, Ibnul Qoyim, Al-ikhlas, Darul hikmah, Darul Ilmi, Miftahun Najah, Afkaruna, MBS Prambanan, Sinar Melati Pakem, Raudlatus Salam Berbah, serta Al Azhar.

2. Kemenag lakukan pantauan

Ilustrasi. ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

Kepala Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Sa'ban Nuroni menjelaskan saat ini masing-masing pondok pesantren sudah memiliki Gugus Tugas Penanganan COVID-19. 

"Ada pemantauan. Di samping pada pondok pesantren tersebut ada gugus tugas. Belum ada laporan kalau terjadi pelanggaran atas protokol kesehatan," terangnya.

3. Santri tidak boleh keluar kompleks

[Ilustrasi] Kegiatan para santri Pesantren Ar Raudhatul Hasanah saat Ramadan (IDN Times/Prayugo Utomo)

Untuk menjaga agar santri tidak membawa virus masuk ke area pondok, pada saat kedatangan terlebih dahulu santri lakukan test kesehatan. Santri yang sudah berada di kompleks pondok, tidak diperkenankan lagi keluar.

"Mereka yang sudah masuk pesantren sudah ditest dan tidak diperkenankan keluar kompleks pondok. Sedangkan ustad dari luar setiap masuk pondok tetap prosedur protokol kesehatan dan sebagian sudah dilakukan swab massal oleh Dinkes," paparnya.

Editorial Team

Related Article