Pjs Bupati Bantul, Budi Wibowo bagikan masker kepada pedagang di pasar Pundong, Bantul. IDN Times/Daruwaskita
Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Bantul, Budi Wibowo mengatakan pada saat awal pandemik angka konfirmasi positif COVID-19 cenderung landai. Namun, memasuki adaptasi kebiasaan baru (AKB) grafik pasien positif COVID-19 naik tajam, demikian pula dengan angka kematian juga naik tajam. Artinya COVID-19 tidak bisa dianggap remeh tetapi harus dilawan bersama-sama.
"Pemerintah bersama rakyat harus bergerak bersama karena COVID-19 tidak memandang usia, jenis kelamin, jabatan namun yang diincar COVID-19 adalah orang tidak menggunakan masker," ujarnya.
Ekonomi yang sudah mulai bergeliat kata Budi tak ada artinya jika tidak menaati protokol kesehatan serta meningkatkan imun tubuh menjadi sesuatu yang sangat penting untuk menangani COVID-19.
"Kita tidak tahu kapan pendemik ini akan berakhir tapi mari kita semangat bersama untuk menerapkan protokol kesehatan di semua tempat termasuk di pasar-pasar. Kita tidak ingin adanya klaster baru di Bantul. Saya yakin dengan kebersamaan kita akan bisa melawan COVID-19," tegasnya.
Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan COVID-19, menggelar kampanye 3 M : Gunakan Masker, Menghindari Kerumunan atau jaga jarak fisik dan rajin Mencuci tangan dengan air sabun yang mengalir. Jika protokol kesehatan ini dilakukan dengan disiplin, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus. Menjalankan gaya hidup 3 M, akan melindungi diri sendiri dan orang di sekitar kita. Ikuti informasi penting dan terkini soal COVID-19 di situs covid19.go.id dan IDN Times.