Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ganjar: PDIP Minta Maaf Jokowi Berbeda di Ujung Masa Jabatan
Ketua DPP PDIP Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Ganjar Pranowo. (IDN Times/Tunggul Damarjati)
  • Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo meminta maaf atas 'dosa-dosa' Jokowi di ujung masa pemerintahannya.
  • Ganjar menyatakan PDIP dan Jokowi kini tak lagi sejalan, terutama terkait langkah politik dinasti oleh Jokowi.
  • Ganjar tidak setuju dengan Gibran Rakabuming masuk ke pemerintahan sejak Pilkada 2020, lebih memilih agar para muda PDIP digembleng terlebih dahulu.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times - Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo, meminta maaf kepada masyarakat atas 'dosa-dosa' Presiden Joko Widodo (Jokowi) lewat berbagai manuvernya di ujung masa pemerintahannya. Ganjar dalam hal ini mewakili PDIP, parpol yang mengusung Jokowi selama dua periode, meminta maaf kepada publik.

1. PDIP dan Jokowi beda pandangan di ujung jalan

Joko Widodo. (Instagram.com/jokowi)

Mantan Gubernur Jawa Tengah itu menuturkan, PDIP dan Jokowi kini sudah tak lagi sejalan sekalipun partainya pernah mengusungnya di dua kali Pilpres.

"PDIP pengusung pendukung pada pemerintah Pak Jokowi dua periode kalau kemudian publik ada yang merasa seperti hari ini, marah tidak puas dan sebagainya saya sebagai kader juga menyampaikan ya kita minta maaf, cuma di ujung ada yang berbeda begitu. Jadi kita tanggungjawab gitu," kata Ganjar selepas acara podcast di UGM, Sleman, DIY, Senin (26/8/2024).

2. Tak sepakat Gibran maju sejak di Pilwakot Solo

Salah satu peserta aksi Jogja Memanggil membakar dan merobek foto Jokowi. (IDN Times/Herlambang Jat)

Dalam sebuah acara podcast di Fisipol UGM tersebut, Ganjar sempat menyinggung tentang langkah Gibran Rakabuming, putra sulung Jokowi masuk ke pemerintahan yang berawal dari Pilwakot Solo 2020. Sejumlah pihak melihat jalan mulus Gibran sampai menjadi calon wakil presiden 2024 terpilih tak lepas dari praktik politik dinasti oleh Jokowi.

Ganjar mengaku secara pribadi tak setuju sejak Gibran dicalonkan sebagai wali Kota Solo pada Pilkada 2020. Dia pernah mengutarakannya ketika diajak berdiskusi oleh sejumlah figur termasuk dari kalangan Kagama terkait wacana Gibran maju di Solo.

"Saya dimintai pendapat bagaimana sebaiknya tidak karena nama baik Pak Jokowi saat itu mesti kita jaga, sehingga betul-betul itu nanti proses bisa mengalir," ujar Ganjar.

3. Kader-kader muda digembleng dulu

Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo ditemui di UGM, Sleman, Senin (26/8/2024). (IDN Times/Tunggul Damarjati)

Ganjar menyebut dirinya kala itu menyatakan lebih memilih agar para muda PDIP digembleng terlebih dahulu sebelum diberi kesempatan maju pilkada.

"Kita mendorong agar yang muda-muda ini dipersiapkan dulu, sehingga prosesnya satu per satu bisa diikuti, dan itu akan lebih mematangkan. Itu pengalaman masa itu," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article