Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
DPUP ESDM DIY Duga Api Misterius di Seyegan Sleman Bukan Dipicu Gas Alam
ilustrasi api (pexels.com/Francesco Paggiaro)
  • DPUP ESDM DIY menyimpulkan api misterius di Seyegan bukan berasal dari gas alam, melainkan kemungkinan besar akibat akumulasi gas metana yang keluar dari septictank warga.
  • Wilayah Seyegan didominasi endapan vulkanik muda yang tidak mendukung terbentuknya sistem hidrokarbon, namun sifat tanahnya yang porous memungkinkan gas merembes ke permukaan dan memicu api.
  • Pemerintah daerah bersama BPBD Sleman, PLN, dan akademisi melakukan pemantauan serta penelitian lanjutan sambil mengevakuasi penghuni rumah terdampak dan memberikan bantuan logistik sementara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Sleman, IDN Times – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral Daerah Istimewa Yogyakarta (DPUP ESDM DIY) menilai munculnya api misterius di salah satu rumah warga di Kasuran, Margodadi, Seyegan, Sleman, bukan dipicu adanya gas alam. Temuan api misterius yang muncul diduga disebabkan akumulasi gas metana dari septic tank.

Kepala DPUP ESDM DIY, Anna Rina Herbranti, mengatakan wilayah Seyegan dan sekitarnya didominasi oleh Endapan Merapi Muda berupa pasir vulkanik, tuf, abu vulkanik, breksi, dan sedimen aluvial hasil aktivitas Gunung Merapi. Litologi vulkanik muda tersebut pada umumnya berupa material lepasan dan tidak memiliki kemampuan menjadi batuan sumber maupun perangkap hidrokarbon yang dibutuhkan dalam sistem hidrokarbon.

Selain itu, berdasarkan kondisi struktur geologi regional, kawasan Seyegan juga tidak dikenal memiliki struktur geologi utama seperti sesar aktif, lipatan, maupun cekungan sedimen yang berpotensi membentuk sistem akumulasi gas bawah permukaan. “Dengan demikian, secara geologi regional wilayah tersebut tidak menunjukkan karakteristik yang mendukung adanya potensi gas alam,” ungkap Anna, Jumat (29/5/2026).

1. Dugaan awal disebabkan gas metana

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY, Anna Rina Herbranti. (Dok. Humas Pemda DIY)

Anna mengatakan fenomena munculnya titik api sporadis dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Baik faktor lingkungan, keberadaan material mudah terbakar, kemungkinan akumulasi gas organik dalam skala lokal, maupun faktor teknis non-geologi. “Dalam hal ini, menurut pengamatan di lapangan adanya akumulasi gas metana dari septic tank,” kata Anna.

Anna mengungkapkan tanah di Seyegan didominasi endapan vulkanik muda (pasir, lempung, abu vulkanik) yang porous dan memungkinkan gas dari septic tank merembes ke permukaan melalui pori-pori atau rekahan. “Jika ada rekahan kecil atau lapisan uruk yang kurang padat, gas lebih mudah naik ke permukaan,” jelas Anna.

2. Berbagai pihak mengambil langkah tindak lanjut

ilustrasi api (freepik.com/freepik)

Anna mengungkapkan Dinas PUP ESDM DIY secara terus menerus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan BPBD Sleman dan PLN. Berdasar pemantauan hari ini terdapat 2 titik api yang masih muncul.

“DPUP ESDM, UPN Veteran Yogyakarta, BPBD Sleman dan PLN UP3 Sleman, besok pagi akan melakukan penanganan di lokasi,” ungkap Anna.

3. Gandeng akademisi untuk teliti lebih jauh

ilustrasi api. (pixabay.com/RonaldPlett)

Sebelumnya, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengungkapkan BPBD Sleman akan mencoba mencari tahu sumber penyebab munculnya api misterius tersebut. Pihaknya akan menggandeng akademisi untuk meneliti lebih jauh. 

Langkah yang diambil saat ini, sembari menunggu penelitian lebih lanjut dari akademisi, pihak BPBD Sleman meminta pemilik rumah untuk mengungsi sementara. Pihaknya juga memberikan bantuan untuk kebutuhan sehari-hari 

“Kalau bisa jangan tidur di rumah itu dulu, mengungsi dulu. Tidur di luar begitu. Kita juga beri bantuan logistik, ada matras, ada selimut, dan logistik pangan beberapa. Sesuai dengan paket pangan,” ungkap Bambang.

Editorial Team

Related Article