Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM sekaligus Pengamat Politik, Ari Dwipayana. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Dosen Departemen Politik dan Pemerintahan (DPP) UGM sekaligus Pengamat Politik, Ari Dwipayana, menyambut baik kolaborasi antara DKPP dan UGM. Menurutnya kerja sama ini bukan sekedar penguatan hubungan kelembagaan, tetapi sebagai upaya bersama untuk mempertemukan pengetahuan, etika, dan praktik demokrasi. Ia juga menyoroti tema yang diangkat dalam seminar kali ini.
“Kita menyadari bahwa demokrasi tidak hanya ditentukan oleh terselenggaranya Pemilu yang berlangsung secara periodik, tetapi juga oleh kepercayaan publik terhadap proses dan integritas penyelenggara,” kata Ari.
Ari mengatakan Pemilu yang berintegritas tidak berhenti pada pemenuhan prosedur administratif. Pemilu bukan hal yang semata teknis administratif. “Pemilu berfungsi sebagai instrumen kontrol sosial yang memungkinkan warga negara mengevaluasi kinerja pemerintahan dan menyuarakan kehendak publik dan menentukan arah kebijakan publik,” kata Ari.
Ari melanjutkan oleh karena itu Pemilu menuntut hadirnya etika publik, akuntabilitas kelembagaan, profesionalisme penyelenggaraan, serta partisipasi warga yang sama. Ketika integritas mengalami erosi, maka pertaruhannya bukan sekedar hasil Pemilu, namun juga demokrasi.
“Dalam konteks tersebut keberadaan DKPP memiliki posisi yang sangat strategis. Menegakkan etik bukan instrumen tambahan dalam demokrasi, melainkan fondasi yang menjaga agar kompetisi politik tetap berada dalam koridor keadilan dan kepantasan publik,” ungkap Ari.