Sleman, IDN Times - Pandemi COVID-19 turut membuat proses persiapan pembangunan tol Yogyakarta-Solo menjadi sedikit terganggu. Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DI Yogyakarta, Krido Suprayitno mengatakan, dari 41 desa terdampak tol, masih ada 8 desa yang belum melaksanakan proses konsultasi publik. Hal tersebut membuat pihaknya harus menyusun ulang mekanisme konsultasi publik.
"Salah satu kegiatan yang terganggu adalah konsultasi publik. Kalau sosialisasi sudah selesai semua, tapi kalau konsultasi publik kami terganggu karena situasi kita tidak boleh mengumpulkan lebih dari 10 orang. Kami terpaksa harus meredesain terhadap desa yang belum selesai konsultasi publik," paparnya.
