Plt Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Arif Haryono. IDN Times/Siti Umaiyah
Arif menjelaskan, meski telah dimaksimalkan, pencapaian pembelajaran jarak jauh tidak akan sama seperti KBM dengan tatap muka. Menurutnya, KBM jarak jauh tidak mungkin dapat mencapai target kurikulum layaknya yang telah dicanangkan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan dari sisi substansi materi pembelajaran, pendekatan pembelajaran dan dari sisi sistem penilaian.
Untuk itu, solusi yang diberikan yakni di tahun berikutnya guru sebisa mungkin untuk mengidentifikasi kekurangan dari kompetensi siswa, utamanya dalam hal pencapaian kompetensi dasar.
"Maka di kelas berikutnya harus di-push kekurangan ketika rentan waktu pembelajaran di rumah," terangnya pada Rabu (29/4).