Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dekat Sungai Krasak, Kalurahan Sumberrejo Waspadai Banjir Lahar Dingin

Dekat Sungai Krasak, Kalurahan Sumberrejo Waspadai Banjir Lahar Dingin
Kali Krasak. Google Maps/Hari Suparwito
Share Article

Sleman, IDN Times - Kalurahan Sumberrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, mempersiapkan langkah antisipasi terkait kemungkinan adanya banjir lahar dingin ketika Gunung Merapi erupsi.

Pj Lurah Sumberrejo, Supardi, mengatakan saat ini barak pengungsian maupun logistik telah disiapkan dan bisa digunakan sewaktu-waktu.

1. Pada 2010 lalu, banjir lahar dingin berdampak pada 60 Ha persawahan

Suasana lahar dingin yang terjadi di kaki Gunung Sinabung (Dok.Istimewa)
Suasana lahar dingin yang terjadi di kaki Gunung Sinabung (Dok.Istimewa)

Berkaca pada kejadian tahun 2010 lalu, banjir lahar dingin Gunung Merapi memang tidak berdampak secara langsung. Namun, adanya banjir lahar dingin turut merendam area persawahan. Setidaknya terdapat 60-70 hektare lahan sawah yang terendam.

"Meluapnya menyebar, tapi alhamdulillah sudah ada tanggul, jadi meluapnya tidak sampai ngefek. Cuma airnya di wilayah pertanian, sekitar 60-70 hektare," ungkapnya pada Selasa (17/11/2020).

2. Sudah pastikan kondisi tanggul masih bagus

Ilustrasi Gunung Merapi Erupsi. Twitter.com/BPPTKG
Ilustrasi Gunung Merapi Erupsi. Twitter.com/BPPTKG

Supardi mengatakan, Kalurahan Sumberrejo sendiri memiliki jarak 15 kilometer dari Merapi. Sedangkan Sungai Krasak sendiri membentang sejauh 3-4 km di Kalurahan Sumberrejo.

Menurut Supardi, sebagai langkah antisipasi tersebut, pihaknya sudah memastikan jika tanggul sungai bisa berfungsi dengan baik.

"(Tanggul) cukup membantu, dibuat pas lahar tahun 1970-an. Kondisinya masih bagus. Tinggi kurang lebih 7 meter dari dataran biasa. Panjang wilayah Sumberrejo 3-4 km, yang masuk wilayah kami," terangnya.

3. Miliki barak yang bisa tampung 300-400 pengungsi

Ilustrasi posko pengungsian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
Ilustrasi posko pengungsian. ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Supardi mengatakan, meskipun belum masuk dalam daerah rekomendasi dari BPPTKG, namun saat ini pihaknya telah menyiapkan barak pengungsian dan logistik. Untuk barak sendiri bisa menampung 300-400 orang dan tengah disiapkan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Barak sudah disiapkan, logistik sudah disiapkan. Kita termasuk KRB I karena di bantaran Sungai Krasak. Barak dengan harapan jangan digunakan, tapi kita tetap berjaga," paparnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siti Umaiyah
Paulus Risang
Siti Umaiyah
EditorSiti Umaiyah

Latest News Jogja

See More

Garuda Institute Minta Pemerintah Evaluasi BGN, Ini 7 Rekomendasinya

27 Jun 2026, 18:51 WIBNews