Sleman, IDN Times - Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar alias Uceng, mengaku siap berdebat dengan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai. Debat itu, kata Uceng sapaan akrabnya sebagai bentuk menagih pertanggungjawaban kinerja sejak dilantik.
"Saya mewakafkan diri saya untuk nagih itu. Saya sih nggak suka debat, tapi kalau menurut saya ya saya mau pengin mewakafkan waktu saya untuk nagih (kinerja menteri). Capek juga sih debat di Twitter (X), jadi mending sekalian langsung saja," kata Uceng ditemui di FH UGM, Sleman, Jumat (27/2/2026).
Sebelumnya, Pigai menantang Uceng untuk debat terbuka soal isu HAM di Indonesia secara live di TV nasional. Tantangan ini bermula dari saling balas di media sosial X, ketika Uceng menyatakan ingin belajar dan berdiskusi secara ilmiah tentang kasus-kasus HAM yang disebut telah dipahami Pigai.
Pigai menyetujui format debat di TV nasional dan meminta Uceng menyiapkan forum tersebut. Ia juga menyarankan Uceng menonton tayangan YouTube dirinya bersama Fadli Zon sebagai tambahan referensi. Uceng kemudian menyatakan tidak memiliki kewenangan mengatur stasiun TV dan berharap ada pihak televisi yang memfasilitasi.
Uceng turut menyampaikan latar belakangnya sebagai peneliti di Pusat Studi HAM UII Yogyakarta selama tiga tahun dan lulusan S2 Hukum HAM di Amerika Serikat, serta menyatakan kesiapan untuk belajar.
Sebelumnya, Pigai mengunggah cuitan panjang tentang pengalamannya hidup sejak kecil di tengah konflik bersenjata di Papua, yang menurutnya membentuk pemahamannya tentang esensi HAM. Ia juga menegaskan rekam jejaknya sebagai pembela kaum tertindas hingga menjabat sebagai Menteri HAM, serta mengkritik Uceng sebagai guru besar yang “dibesar-besarkan.”
