ilustrasi berjuang (unsplash.com/dmitry ratushny)
Selain dapat meningkatkan kadar kolesterol, terlalu terlalu banyak konsumsi gorengan ternyata juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mental. Hal ini bisa berupa kecemasan atau depresi. Bukan tanpa sebab, hal tersebut terjadi karena lemak jenuh yang terkandung pada gorengan. Sehingga jika kita bisa membatasi konsumsimya, maka masalah kesehatan tersebut juga bisa diminimalisir.
Dilansir Dr Axe, para peneliti Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America (PNAS) menganalisis studi berbasis populasi dengan 140.728 orang. Hasilnya mengungkapkan bahwa seringnya konsumsi makanan yang digoreng, terutama konsumsi kentang goreng, sangat terkait dengan risiko kecemasan dan depresi masing-masing sebesar 12 persen dan 7 persen lebih tinggi. Asosiasi ini lebih jelas terlihat di kalangan konsumen laki-laki dan generasi muda.
Berdasarkan hal tersebut maka menjaga hidup sehat dengan membatasi konsumsi makanan yang digoreng penting dilakukan. Misalnya dengan mencoba cara memasak lain, seperti dengan memanggang atau mengukus. Dilansir CNN, Peneliti Universitas Zhejiang Yu Zhang, penulis studi tersebut, mengatakan, bahwa “tidak perlu panik tentang dampak buruk makanan yang digoreng.” Namun menjaga gaya hidup sehat dan mengurangi konsumsi makanan yang digoreng mungkin bermanfaat bagi kesehatan mental selain kesehatan secara keseluruhan.
Sekali lagi, gorengan memang menjadi camilan yang sangat menggugah selera karena rasanya yang gurih. Meskipun begitu ada risiko kesehatan yang bisa ditimbulkan jika terlalu sering dikonsumsi. Sehingga kalau amu bisa kendalikan konsumsinya, ada banyak manfaatnya bagi kesehatan. Salah satunya yaitu kadar kolesterol dalam tubuh akan lebih terkontrol.