Fasilitas Pressure Reducing Station (PRS) PGN di Yogyakarta. (IDN Times/Herlambang Jati Kusumo)
Dari sisi PGN, aspek keamanan menjadi salah satu bagian yang diperhatikan dalam layanan gas rumah tangga dan komersial. Area Head Semarang PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, Sugianto Eko Cahyono menjelaskan jaringan gas rumah tangga PGN menggunakan tekanan yang sangat rendah, sekitar 0,03. Kondisi tersebut membuat risiko dampak akibat tekanan gas menjadi lebih kecil.
“Untuk gas rumah tangga ini dengan tekanan yang sangat rendah di 0,03 sehingga kemungkinan-kemungkinan terjadinya dampak akibat tekanan yang ada di gas itu sangat minim,” kata Sugianto.
PGN juga menyiapkan tim yang siaga 24 jam apabila pelanggan melaporkan adanya gangguan atau kebocoran. “Kalau terjadi kebocoran di rumah tangga, kami juga ada tim yang standby 24 jam. Ketika ada laporan itu kita langsung datang ke rumah,” ujarnya.
Sugianto menjelaskan gas alam memiliki karakteristik berbeda dari LPG. Massa jenis gas alam lebih ringan dibandingkan udara. sehingga dengan ventilasi yang memadai, gas lebih mudah keluar dari ruangan ketika terjadi kebocoran.
“Ketika gas bocor, itu langsung menguap ke udara dan tidak terjadi akumulasi gas di ruangan tersebut,” katanya.
Ia menambahkan tim operasional juga disiagakan untuk menangani gangguan pada jaringan, termasuk apabila terjadi kerusakan akibat aktivitas pihak ketiga. “Tim kami selalu stand by untuk melakukan penanganan gangguan. Jadi ketika terjadi kebocoran atau terjadi gangguan, misal pipanya putus, tim langsung melakukan penanganan,” ujarnya.
Sugianto mengatakan pengembangan jaringan gas rumah tangga PGN di Yogyakarta saat ini masih terkonsentrasi di wilayah tertentu dengan mempertimbangkan aspek keekonomian. Sejak proyek pertama pada 2023 hingga 2026, jumlah pelanggan PGN di Sleman telah mencapai 4.545 pelanggan rumah tangga (SRT), 6 Pelanggan Kecil (PK), 4 Komersial Industri (KI).
Sugianto mengatakan kapasitas jaringan yang terpasang masih memungkinkan untuk dikembangkan. Namun, pada 2026 PGN lebih memfokuskan pengembangan kepada pelanggan komersial, sementara pengembangan pelanggan rumah tangga masih menunggu keberlanjutan kontrak pembangunan jaringan.
Dari sisi pasokan, PGN juga menyatakan gas bumi memiliki sumber domestik sehingga tidak bergantung sepenuhnya pada impor LPG. Untuk pelanggan rumah tangga dan komersial kecil, keberlanjutan pasokan menjadi salah satu prioritas. “Untuk pelanggan yang komersial kecil, apalagi rumah tangga, ini yang paling dijamin,” ujar Sugianto.