Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Bupati Sleman Larang Warganya Mudik Saat Natal dan Tahun Baru

Kab. Sleman
Bupati Sleman Larang Warganya Mudik Saat Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi. Pengendara melintas di pos penyekatan larangan mudik yang tidak dijaga petugas di Cikokol, Tangerang, Banten, Jumat (7/5/2021) (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Share Article

Sleman, IDN Times - Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo melarang warganya untuk mudik saat momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. Selain itu, bupati juga mengimbau agar tidak ada acara acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan pada saat pergantian tahun baru.

  1. 1. Melarang mudik dari maupun ke Sleman

    Ilustrasi arus mudik (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
    Ilustrasi arus mudik (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

    Bupati mengatakan larangan mudik ini dikeluarkan untuk warga yang hendak mudik dari dan menuju ke Kabupaten Sleman. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencegah terjadinya klaster penularan virus COVID-19 baru. 

    "Untuk menjaga situasi di saat pandemik COVID-19 di Sleman agar tetap kondusif, warga Sleman perantau diimbau agar tidak mudik saat libur Natal dan Tahun Baru. Kegiatan silaturahmi masih bisa kita lakukan secara virtual. Mari jaga diri, lingkungan, saudara kita,” ungkapnya pada Senin (22/11/2021).

  2. 2. Diminta tidak menggelar acara

    Ilustrasi pesta kembang api.unsplash
    Ilustrasi pesta kembang api.unsplash

    Selain itu, Kustini juga meminta warga Sleman tidak menggelar acara yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan pesta pada saat pergantian tahun baru. 

    "Dalam rangka pengetatan ini, diimbau masyarakat tidak menggelar kegiatan yang berpotensi terjadi kerumunan dan penularan COVID-19. Jadi, akhir tahun tidak perlu ada pesta dan acara,” terangnya.

  3. 3. Diminta untuk tetap disiplin lakukan prokes

    Ilustrasi kampanye menggunakan masker. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)
    Ilustrasi kampanye menggunakan masker. (ANTARA FOTO/Destyan Sujarwoko)

    Saat ini Pemkab Sleman berupaya menangani COVID-19 demi keamanan dan kenyamanan warganya, untuk itu diminta untuk bahu membahu dengan tetap menjaga kedisiplinan memutus mata rantai penularan COVID-19.

    “Saat ini penting bagi kita menjaga kesadaran kolektif untuk mencegah terjadi penularan selama pandemik COVID-19. Lebih-lebih penularan terjadi karena adanya intensitas sering bertemu dan interaksi masyarakat dengan skala besar,” paparnya.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More