Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Bulan UMKM Nasional, Seller Didorong Bangun Kanal Penjualan Mandiri
Seller bangun kanal penjualan mandiri di Bulan UMKM Nasional. (Dok. KiriminAja)
  • Bulan UMKM Nasional menyoroti kebutuhan seller mengelola pelanggan, pesanan, pembayaran, dan komunikasi lintas kanal secara terstruktur, terutama untuk mendorong pembelian ulang.
  • KiriminAja mendorong kanal penjualan mandiri sebagai pelengkap marketplace melalui Checkout Link, yang mengarahkan calon pembeli dari media sosial atau WhatsApp ke pemesanan terstruktur.
  • Ekosistem KiriminAja mencakup ROMS untuk retensi pelanggan serta fulfillment dan logistik, termasuk pilihan ekspedisi, COD, pelacakan paket, retur, API, dan plugin.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Yogyakarta, IDN Times - Bulan UMKM Nasional menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk melihat kembali fondasi bisnis di tengah perubahan perilaku konsumen.

Marketplace masih menjadi salah satu kanal utama untuk berjualan. Namun interaksi antara seller dan pelanggan kini berlangsung di berbagai ruang, mulai WhatsApp, media sosial, website, hingga komunitas online.

Banyaknya kanal tersebut membuka peluang bagi UMKM untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumen. Namun, di sisi lain, pengelolaan pesanan, pembayaran, pengiriman, hingga komunikasi setelah transaksi bisa semakin rumit, terutama bagi bisnis yang masih mengandalkan proses manual.

Tantangan seller pun tak lagi sebatas mendatangkan pelanggan baru. Menjaga konsumen yang sudah pernah membeli agar kembali bertransaksi menjadi bagian penting dalam pertumbuhan bisnis.

Data pelanggan yang tersebar di berbagai kanal dapat menyulitkan proses follow-up. Begitu pula dengan promosi dan pengingat pembelian ulang yang berisiko tidak berjalan konsisten jika belum dikelola dalam sistem yang terstruktur.

1. Kanal mandiri jadi pelengkap marketplace

ilustrasi belanja online (pexels.com/Atlantic Ambience)

Menurut Fariz GTJ, CEO KiriminAja, kondisi tersebut menunjukkan digitalisasi UMKM tidak cukup hanya hadir di banyak platform. Pelaku usaha juga perlu mengelola perjalanan pelanggan secara lebih menyeluruh, sejak konsumen mengenal produk hingga melakukan pembelian kembali.

"Marketplace tetap menjadi salah satu kanal penting bagi banyak pelaku usaha. Namun, seiring perilaku belanja pelanggan yang semakin beragam, seller juga membutuhkan kemampuan untuk membangun hubungan langsung dan mengelola penjualan dari kanal miliknya sendiri. KiriminAja hadir untuk membantu proses tersebut berjalan lebih mudah, mulai dari checkout, pengelolaan pelanggan, hingga pengiriman," ujar Fariz.

Membangun kanal penjualan sendiri bukan berarti seller harus meninggalkan marketplace. Kanal mandiri justru dapat menjadi pelengkap untuk memberikan lebih banyak pilihan dalam menjangkau pelanggan sekaligus membangun basis konsumen yang bisa dikelola dalam jangka panjang.

Salah satu pendekatan yang dikembangkan KiriminAja adalah Checkout Link. Fitur ini memungkinkan seller mengarahkan calon pembeli dari WhatsApp, Instagram, TikTok, maupun kanal digital lainnya ke proses pemesanan yang lebih terstruktur tanpa harus membuat website yang kompleks. Traffic dari media sosial atau percakapan dengan pelanggan dapat diarahkan menjadi transaksi yang lebih mudah dicatat dan dikelola. Langkah ini dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pencatatan pesanan secara manual ketika jumlah transaksi mulai meningkat.

2. Menjaga pelanggan setelah transaksi

Muhammad Army, Head of Product KiriminAja menuturkan, proses bisnis tidak berhenti setelah pelanggan menyelesaikan pembayaran. Pengelolaan konsumen setelah pembelian juga menjadi bagian penting untuk menjaga hubungan sekaligus membuka peluang transaksi berikutnya.

Melalui Repeat Order Management System (ROMS), seller dapat mengatur komunikasi dengan pelanggan lama secara lebih terstruktur. Pengelolaan tersebut mencakup pengingat pembelian ulang hingga penyampaian informasi promosi melalui WhatsApp.

"Pertumbuhan bisnis tidak hanya bergantung pada seberapa banyak pelanggan baru yang datang, tetapi juga bagaimana pelaku usaha menjaga pelanggan yang sudah pernah bertransaksi. Melalui ROMS, kami membantu seller menjalankan reminder, promosi, dan komunikasi pelanggan secara lebih terstruktur agar repeat order dapat dikelola tanpa menambah beban kerja manual," ujar Army.

Menurut Army, strategi pembelian ulang menjadi semakin relevan ketika biaya dan upaya untuk mendapatkan pelanggan baru menjadi salah satu pertimbangan pelaku usaha. Pengelolaan pelanggan yang lebih baik dinilai dapat membantu seller membangun hubungan yang lebih panjang setelah transaksi pertama.

3. Transaksi hingga pengiriman dalam satu ekosistem

Selain transaksi dan retensi pelanggan, pengalaman setelah checkout, turut memengaruhi kepercayaan konsumen. Kejelasan proses pengiriman, pilihan pembayaran, pelacakan paket, hingga penanganan retur menjadi bagian dari perjalanan pelanggan yang perlu diperhatikan seller.

KiriminAja menghubungkan kanal penjualan mandiri dengan layanan fulfillment dan logistik dalam satu ekosistem. Seller dapat menggunakan berbagai pilihan ekspedisi, mengelola pengiriman COD maupun non-COD, memantau perjalanan paket, hingga menangani kebutuhan retur.

Bagi pelaku usaha yang sudah memiliki website atau sistem e-commerce sendiri, integrasi juga dapat dilakukan melalui API maupun plugin sesuai kebutuhan dan skala bisnis.

Pendekatan tersebut memungkinkan seller menggunakan layanan secara bertahap. Pelaku usaha yang baru mulai membangun kanal mandiri dapat memulainya dari proses transaksi, kemudian mengembangkan pengelolaan pelanggan, pengiriman, hingga integrasi sistem seiring pertumbuhan bisnis.

Momentum Bulan UMKM Nasional juga menjadi pengingat bahwa transformasi digital idealnya membuat operasional bisnis lebih efektif, bukan menambah kerumitan. Dengan proses yang lebih terhubung, seller dapat mengalokasikan lebih banyak perhatian untuk pengembangan produk, pemasaran, pelayanan pelanggan, dan strategi pertumbuhan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article