Belasan Kecamatan di Jogja Krisis Air Bersih

Yogyakarta, IDN Times - Belasan kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan mengalami kekeringan hingga krisis air bersih, imbas dari musim kemarau panjang dan fenomena El Nino.
BPBD menyebut Kabupaten Gunungkidul menjadi daerah yang paling terimbas. Saat ini Pemkab sudah menetapan status siaga darurat.
"Gunungkidul sudah beberapa kecamatan melaporkan, kemudian Gunungkidul sudah menetapkan siaga darurat. Kemudian Bantul sudah ada beberapa yang minta dropping air dan Bantul sudah siaga darurat," kata Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD DIY Lilik Andy Aryanto saat dihubungi, Selasa (15/8/2023).
1. 14 kecamatan di Gunungkidul krisis air bersih

Lilik menyebut setidaknya ada 14 kecamatan di Gunungkidul meminta bantuan air bersih. Sejauh ini sebanyak 60 tangki berkapasitas masing-masing 5 ribu liter air bersih, terdistribusikan ke daerah yang membutuhkan.
Sejumlah kecamatan terdampak kekeringan itu, kata Lilik, beberapa di antaranya meliputi Saptosari, Semanu, Ngawen, Panggang, Paliyan, Tepus, dan Rongkop.
"Dari 14 kecamatan itu tadi ada beberapa wilayah, jadi tidak seluruh wilayah kecamatan itu. Namun, ada satu RT dalam satu kecamatan, itu kan hitungannya sudah satu kecamatan," imbuh Lilik.
Menurut Lilik, sejauh ini penanganan dampak kekeringan di Gunungkidul masih terkendali. Pemerintah kabupaten setempat serta berbagai kecamatan memiliki total persediaan seribu tangki air bersih.
Lilik menuturkan, BPBD DIY melalui Dinas Sosial DIY telah menganggarkan bantuan air bersih apabila persediaan di kabupaten mulai menipis.
2. Bantul dan Kulon Progo juga terdampak

BPBD DIY di saat bersamaan menerima laporan ada kecamatan di wilayah Kabupaten Bantul dan Kulon Progo yang mengalami krisis air bersih. Untuk di Bantul, kekeringan telah menyebabkan krisis air bersih di Kecamatan Dlingo.
"Di Bantul sementara satu kecamatan itu (sudah meminta bantuan air bersih)," ucapnya.
Sedangkan untuk di Kulon Progo, Lilik belum menerima laporan detail daerah terdampak kekeringan. Namun sudah ada lima tangki bantuan air bersih yang disalurkan.
3. Efek kemarau panjang dan El Nino

Lilik tak menampik kekeringan hingga krisis air bersih terjadi karena musim kemarau panjang, ditambah efek fenomena El Nino.
"Kalau dari BMKG kan menginformasikan pada tahun ini kemarau kemungkinan lebih panjang daripada tahun lalu, dan kemungkinan dampak itu," kata Lilik.
Dengan situasi itu, dia tak menampik dampak kekeringan di wilayah DIY bisa saja terus meluas. "Mudah-mudahan tidak," harapnya.

















